Wintermar Jual Kapal Tak Produktif untuk Melunasi Utang, Incar Kontrak Migas Baru

Wintermar Jual Kapal Tak Produktif untuk Melunasi Utang, Incar Kontrak Migas Baru
Wintermar Jual Kapal Tak Produktif untuk Melunasi Utang, Incar Kontrak Migas Baru

BULETINFINANSIAL.COM — PT Wintermar Offshore Marine Tbk (WINS) menjual sejumlah kapal yang dinilai tidak produktif untuk melunasi utang dan memperkuat struktur keuangan perseroan. Langkah ini menjadi bagian dari strategi emiten jasa transportasi kapal lepas pantai itu dalam menghadapi tantangan industri migas 2026, sekaligus membuka ruang mengejar kontrak baru.

Direktur PT Wintermar Offshore Marine Tbk, Janto Lili, menyatakan optimistis terhadap prospek industri kapal pendukung lepas pantai di tengah dorongan pemerintah meningkatkan produksi migas nasional. Optimisme itu disampaikannya dalam dialog Squawk Box CNBC Indonesia pada Selasa (15/9/2026).

WINS dikenal sebagai penyedia jasa transportasi kapal offshore untuk proyek migas laut dalam. Perseroan menyiapkan kapal berteknologi tinggi agar mampu memenuhi kebutuhan aktivitas lepas pantai yang semakin kompleks.

Divestasi Kapal Jadi Langkah Perkuat Neraca

Penjualan kapal yang tidak produktif dipilih perseroan sebagai cara melunasi utang sekaligus memperbaiki posisi keuangan. Langkah divestasi ini menyasar armada yang dinilai tidak lagi memberi kontribusi signifikan terhadap pendapatan.

Dana hasil penjualan diarahkan untuk menekan beban utang. Dengan struktur keuangan yang lebih ringan, WINS berharap lebih leluasa membiayai kebutuhan operasional maupun ekspansi armada.

Di sisi lain, perseroan tetap memburu kapal yang berpotensi mengantongi kontrak migas menjanjikan. Artinya, WINS tidak sekadar mengecilkan armada, tetapi juga menyeleksi aset agar sesuai kebutuhan pasar.

Peluang dari Dorongan Produksi Migas Nasional

Pemerintah tengah menggenjot produksi migas nasional, termasuk proyek-proyek di laut dalam. Kondisi itu membuka permintaan jasa kapal pendukung lepas pantai, terutama untuk aktivitas pengeboran dan konstruksi bawah laut.

Janto menilai momentum tersebut bisa dimanfaatkan WINS untuk memperkuat daya saing. Perseroan menyiapkan kapal dengan spesifikasi teknologi tinggi agar bisa bersaing di segmen proyek yang menuntut kemampuan lebih.

Segmen laut dalam umumnya membutuhkan kapal dengan kemampuan teknis khusus. Di sinilah WINS menempatkan posisinya, bukan sekadar bersaing di segmen kapal konvensional.

Apa Artinya bagi Investor WINS

Bagi investor, kombinasi divestasi aset tidak produktif dan perburuan kontrak baru menjadi dua sisi yang perlu dicermati. Sisi pertama berdampak pada perbaikan neraca, sisi kedua menentukan prospek pendapatan ke depan.

Keberhasilan melunasi utang dapat menekan beban bunga dan memperbaiki rasio keuangan perseroan. Namun, ekspansi armada tetap bergantung pada perolehan kontrak yang nyata, bukan sekadar rencana.

Ketidakpastian global masih menjadi faktor risiko yang membayangi industri migas. Fluktuasi harga minyak dan belanja modal perusahaan migas akan menentukan seberapa besar permintaan jasa kapal offshore sepanjang 2026.

WINS memilih jalur selektif: melepas aset yang tidak lagi menguntungkan, lalu mengarahkan modal ke kapal yang punya peluang kontrak lebih jelas. Strategi ini menuntut ketepatan dalam membaca kebutuhan pasar migas nasional.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index