Serangan Drone Ukraina ke Moskow Tewaskan Dua Warga, 1.600 Drone Ditembak Jatuh

Serangan Drone Ukraina ke Moskow Tewaskan Dua Warga, 1.600 Drone Ditembak Jatuh
Serangan Drone Ukraina ke Moskow Tewaskan Dua Warga, 1.600 Drone Ditembak Jatuh

BULETINFINANSIAL.COM — Sedikitnya dua orang tewas dan kilang minyak Moskow rusak setelah ratusan drone menghantam ibu kota Rusia pada hari terakhir pemilihan parlemen. Wali Kota Sergei Sobyanin menyebut lebih dari 1.600 drone dicegat, 450 di antaranya mengarah ke Moskow. Serangan ini disebut sebagai upaya mengganggu jalannya pemilu.

Gubernur Wilayah Moskow Andrey Vorobyov mengonfirmasi dua korban tewas di dua lokasi terpisah. Seorang perempuan berusia 44 tahun dan seorang pria lanjut usia menjadi korban dalam insiden tersebut.

Kebakaran yang dipicu drone yang menabrak gedung 21 lantai memaksa evakuasi 400 penghuni. Tim darurat dikerahkan ke lokasi kejadian.

Kilang Minyak Moskow Jadi Sasaran

Sobyanin menyatakan fasilitas di kawasan Kilang Minyak Moskow mengalami kerusakan. Belum ada laporan korban jiwa dari insiden di kilang tersebut.

Kilang minyak utama itu sebelumnya sudah beberapa kali dihantam serangan Ukraina dalam beberapa bulan terakhir. Serangan terbaru ini memperpanjang daftar infrastruktur energi Rusia yang menjadi target.

Kyiv memang meningkatkan kampanye drone jarak jauh terhadap Rusia. Fokus utamanya adalah infrastruktur energi yang menjadi sumber pendapatan vital Kremlin untuk membiayai perang yang kini memasuki tahun kelima.

Klaim Rusia dan Ukraina Berbeda Arah

Sobyanin menuduh Ukraina berupaya mengintervensi pemilihan parlemen tiga hari yang digelar ketat. Pemilu ini disebut akan memperkuat cengkeraman Presiden Vladimir Putin selama 26 tahun berkuasa.

"Serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya ini jelas direncanakan dengan tujuan mengganggu pemilu. Musuh tidak berhasil," kata Sobyanin melalui Telegram.

Dari sisi Ukraina, Komando Angkatan Udara melaporkan Rusia meluncurkan 138 drone berbagai jenis ke wilayah Ukraina sepanjang malam. Menurut kantor berita Interfax-Ukraine, pertahanan udara Ukraina berhasil menembak jatuh atau menetralkan 101 di antaranya.

Pemilu Parlemen Pertama Sejak Invasi 2022

Warga Rusia memberikan suara dalam pemilihan parlemen pertama sejak Moskow mengirim pasukan ke Ukraina pada Februari 2022. Perang tersebut telah menewaskan ratusan ribu orang.

Moskow juga menyelenggarakan pemungutan suara di sebagian wilayah Ukraina yang dikuasai dalam perang empat setengah tahun tersebut. Langkah ini menuai kecaman dari Kyiv dan negara-negara Barat.

Serangan drone terbaru ini muncul setelah klaim Presiden AS Donald Trump bahwa Ukraina dan Rusia sepakat untuk tidak menargetkan fasilitas energi masing-masing. Kesepakatan itu tampaknya tidak bertahan lama.

Eskalasi Serangan Jarak Jauh

Dalam beberapa bulan terakhir, Ukraina memperluas jangkauan serangan drone ke wilayah Rusia. Targetnya bukan hanya infrastruktur energi, tetapi juga fasilitas militer dan kawasan industri.

Rusia merespons dengan memperkuat sistem pertahanan udara di sekitar Moskow dan wilayah sekitarnya. Namun jumlah drone yang diluncurkan dalam serangan terakhir menunjukkan skala operasi yang semakin besar.

Perkembangan yang ditunggu adalah apakah kesepakatan gencatan senjata terbatas pada fasilitas energi akan kembali dinegosiasikan. Kedua pihak belum menunjukkan tanda-tanda menghentikan serangan jarak jauh.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index