IHSG Dibuka Melemah ke Level 6.599 pada Perdagangan Selasa Pagi

IHSG Dibuka Melemah ke Level 6.599 pada Perdagangan Selasa Pagi
Ilustrasi papan pantau saham di Bursa Efek Indonesia. Sumber: (NET)

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan mengalami penurunan pada awal perdagangan hari ini. Tepat pada pembukaan pasar di hari Selasa, 19 Mei 2026, pergerakan indeks terpantau berada di area negatif pada posisi 6.599,213.

Berdasarkan pergerakan data terupdate sampai dengan pukul 09.25 WIB, indeks langsung merosot sebesar 23,417 poin atau berkurang sekitar 0,35 persen menuju level 6.575,822. Pergerakan indeks hari ini tercatat mencetak angka tertinggi pada level 6.613 dan menyentuh posisi paling rendah di angka 6.560.

Tercatat ada sebanyak 240 saham perusahaan yang nilainya terkoreksi pada perdagangan awal hari ini. Di sisi lain, terdapat 327 saham yang posisinya justru menanjak serta sebanyak 153 saham kondisinya tidak mengalami perubahan atau stagnan.

Hingga saat ini, nilai keseluruhan transaksi perdagangan yang terkumpul sudah menyentuh angka Rp2,741 triliun. Adapun total volume saham yang diperjualbelikan mencapai 5,929 miliar lembar saham, dengan nilai keseluruhan kapitalisasi pasar saat ini berada pada angka Rp11.481,981 triliun.

Kondisi pasar saham di Amerika Serikat sendiri dilaporkan berakhir bervariasi. Indeks Dow Jones tercatat mengalami kenaikan sebesar 0,31 persen, namun indeks S&P500 justru merosot 0,07 persen dan indeks Nasdaq ikut tertekan sebesar 0,51 persen setelah penutupan perdagangan pada Senin, 18 Mei 2026.

Situasi pergerakan ini dipengaruhi oleh adanya potensi tekanan inflasi di tingkat global. Hal tersebut dapat dicermati dari nilai imbal hasil US Treasury dengan tenor 10 tahun yang merangkak naik menuju level 4,5 persen.

Sementara itu, pada aktivitas perdagangan sehari sebelumnya yaitu Senin, 18 Mei 2026, indeks saham domestik juga ditutup mengalami penurunan sebesar 1,8 persen, meskipun pada pergerakan harian sempat merosot hingga menyentuh angka 4,7 persen.

“IHSG berpotensi menguat seiring pelemahan sudah terbatas dan pelemahan harga minyak seiring Presiden Trump menunda serangan baru ke Iran,” sebagaimana dilansir dari berbagai sumber.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index