Pemerintah Indonesia Keputusan Impor Minyak Mentah Murah Asal Rusia!

Selasa, 15 September 2026 | 09:46:44 WIB
Minyak Mentah Murah Asal Rusia! (FOTO: NET)

JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menjelaskan alasan pemerintah mengambil langkah buat mendatangkan pasokan minyak mentah (crude oil) milik Rusia.

Kalkulasi efisiensi nilai serta kepastian stok jadi alasan mendasarnya.

Bahlil mengerti pentingnya mengawal ketahanan energi dalam negeri di tengah derasnya dinamika geopolitik internasional.

Pemerintah sempat menimbang pasokan berasal dari kawasan Afrika seperti Angola, namun tarifnya dinilai tetap terbilang mahal.

"Kita mencari formulasi, kemudian mengalihkan impor crude kita dari Timur Tengah ke beberapa negara lain, di Afrika, Angola, di mana-mana kita cari. Pilihan pasokan sudah ada, tetapi yang menjadi masalah adalah harga," ujar Bahlil dalam acara InTechSEA 2026 di Jakarta, Senin (14/9/2026).

Menghadapi tingginya tarif minyak global, Bahlil langsung menghadap serta menyampaikan keadaan itu kepada Presiden Prabowo Subianto guna meraih pertimbangan opsi pembelian yang paling efisien.

"Saya katakan kepada Bapak Presiden, urusan energi ini menyangkut hajat hidup orang banyak. Kita harus mampu membuat rumusan kebijakan yang menjamin kepastian harga bagi masyarakat, sekalipun kondisi global sedang luar biasa," ucapnya.

Lantaran hasil pencarian pasokan tersebut, pemerintah akhirnya memperoleh pasokan minyak mentah dengan nilai yang lebih ekonomis dari Rusia.

"Ujung dari kesimpulannya adalah, Bapak dan Ibu sekalian, sekarang kita mendapat crude dari beberapa negara, termasuk Rusia," kata Bahlil.

Bahlil pun mengisahkan proses tawar-menawar pengadaan minyak mentah dengan pihak Rusia.

Ia menegaskan Indonesia punya hak melaksanakan kemitraan niaga bersama negara manapun untuk keperluan nasional.

"Waktu saya melakukan negosiasi dengan Menteri Energi Rusia, ada yang mempertanyakan bagaimana dengan negara-negara adidaya dan lainnya. Saya katakan, Indonesia adalah negara merdeka. Kita menganut mazhab politik bebas aktif dan ekonomi bebas aktif," tegasnya.

Bahlil menyampaikan tidak boleh terdapat negara luar yang mendikte arah kebijakan ekonomi Indonesia.

"Tidak boleh ada satu negara pun yang mengintervensi atau mengatur Negara Kesatuan Republik Indonesia. Yang paling penting bagi kita adalah barangnya ada dan harganya murah. Itu yang utama," sambung Bahlil.

Upaya impor minyak berkalkulasi murah ini menjadi bagian langkah strategis pemerintah guna merawat agar tarif bahan bakar minyak (BBM) subsidi tidak terkerek naik hingga penutup tahun.

Melonjaknya harga minyak mentah dunia yang sempat menembus angka US$ 100 per barel dinilai lumayan menekan kas negara, mengingat asumsi makro ICP pada APBN 2026 ditetapkan sejumlah US$ 70 per barel.

Meski begitu, rata-rata nilai acuan minyak mentah Indonesia (Indonesia Crude Price/ICP) dari Januari hingga September 2026 tetap berada di posisi US$ 85–90 per barel.

"Sampai dengan sekarang, alhamdulillah kita sudah berkomitmen untuk menahan harga BBM subsidi sampai 31 Desember 2026. Berapa pun harganya di tingkat dunia, tidak akan kita naikkan," tutup Bahlil.

Terkini