JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak volatil pada perdagangan Senin (14/9/2026).
Mengacu data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG sempat ditutup menguat 0,08% ke level 6.546,75 pada pukul 16.00 WIB, tetapi kemudian terkoreksi 0,10% ke level 6.534,69 pada pukul 16.15 WIB.
Sejumlah analis menilai pergerakan indeks masih dipengaruhi respons pasar terhadap pergantian Menteri Keuangan dari Purbaya Yudhi Sadewa kepada Suahasil Nazara.
Namun, bauran sentimen global, termasuk tekanan harga minyak akibat konflik di Asia Barat, tetap membayangi pasar saham domestik.
Head of Research KISI Sekuritas, Muhammad Wafi, menilai pergantian menteri keuangan memunculkan pola klasik di pasar, yakni sell the rumor, relief on clarity.
Menurut dia, pasar sempat merespons ketidakpastian mengenai sosok pengganti dan arah kebijakan fiskal ke depan.
Wafi memandang Suahasil sebagai figur yang merepresentasikan kesinambungan kebijakan, bukan perubahan drastis.
Ia menilai pengalaman Suahasil di Kementerian Keuangan, termasuk saat mendampingi dua menteri keuangan berbeda, menjadi faktor yang memberi rasa aman bagi pasar.
“Profil ini persis yang pasar inginkan di tengah ketidakpastian, sama seperti kasus Destry Damayanti di BI.
Kontinuitas kebijakan fiskal lebih bernilai daripada eksperimen kebijakan baru menjelang MSCI November,” ujar dari Sumbernya kepada SWA.co.id secara tertulis, Senin sore.
Menurut Wafi, ketika terjadi pergantian Menteri Keuangan dari Sri Mulyani ke Purbaya Yudhi Sadewa, IHSG sempat turun 1,28%.
Kali ini, meski koreksi sempat lebih dalam hingga lebih dari 2,5%, pasar relatif cepat melakukan pemulihan.
Ia menilai hal itu tidak lepas dari profil Suahasil yang dikenal sebagai orang dalam Kementerian Keuangan.
Ke depan, pasar masih akan mencermati stabilitas kebijakan fiskal, terutama arah defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), konsistensi program pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), serta potensi perubahan prioritas belanja negara.
“Rupiah dan yield SBN besok jadi barometer paling nyata apakah pasar approve atau masih wait and see,” kata dari Sumbernya.
Senada, Managing Director of Research Division Samuel Sekuritas Indonesia, Harry Su, menilai penunjukan Suahasil berpotensi memulihkan kepercayaan pasar dan menstabilkan manajemen makro-fiskal.
“Presiden Prabowo akhirnya membuat keputusan untuk menunjuk Suahasil Nazara... di tengah meningkatnya friksi terkait pendapatan, pelaksanaan anggaran negara, dan koordinasi kebijakan,” ujar dari Sumbernya secara tertulis kepada SWA.co.id.
Harry menilai koordinasi kebijakan menjadi perhatian penting, termasuk terkait perdebatan mengenai transfer dana negara dan kontribusi Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) atau Danantara Indonesia.
Namun, volatilitas IHSG dinilai belum sepenuhnya mereda.
Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, mengatakan pergerakan indeks masih dipengaruhi sentimen eksternal, terutama risiko kenaikan harga minyak akibat konflik di Asia Barat.
“... tetapi secara domestik, pergantian Menkeu dapat menjadi katalis stabilisasi apabila pasar melihat adanya kesinambungan sekaligus perbaikan kualitas kebijakan ekonomi,” ujar dari Sumbernya.
Sementara itu, analis pasar modal Elandry Pratama menilai penguatan sementara IHSG menunjukkan minat investor terhadap aset berisiko mulai membaik setelah ketidakpastian politik mulai terjawab.
Menurut dia, respons pasar tersebut mencerminkan ekspektasi terhadap transisi kebijakan yang relatif mulus.
“Kalau transisi berjalan mulus dan arah kebijakan tetap kredibel, ini bisa membantu menjaga kepercayaan investor dan membuka ruang arus modal kembali masuk ke pasar domestik,” ujar dari Sumbernya.