IHSG Lesu di 6.595 Hari Ini, Investor Fokus ke Minyak & Konflik Timur Tengah

Kamis, 03 September 2026 | 07:35:00 WIB

BULETINFINANSIAL.COM — Laju indeks masih dibayangi sentimen negatif dari sejumlah negara maju. Di pasar obligasi global, imbal hasil (yield) mengalami tekanan akibat tingginya beban utang pemerintah dan kekhawatiran bank sentral akan mempertahankan suku bunga ketat lebih lama.

Kondisi itu mendorong investor asing dan domestik mengurangi eksposur di aset berisiko, termasuk pasar saham Indonesia.

Dua Katalis yang Dipantau Pelaku Pasar Hari Ini

Pergerakan indeks pagi ini akan banyak ditentukan oleh dua variabel eksternal. Pertama, pergerakan harga komoditas dunia, khususnya minyak mentah. Dalam jangka pendek, harga si emas hitam diperkirakan melemah sehingga berpotensi menekan saham-saham energi di bursa domestik.

Kedua, perkembangan terbaru konflik di Timur Tengah. Investor mencermati apakah situasi geopolitik itu meluas atau mereda, karena berpengaruh langsung terhadap rantai pasok energi dan sentimen risiko global.

Pasar Lokal Ikut Tertekan

Pelemahan IHSG kemarin terjadi di tengah minimnya sentimen positif dari dalam negeri. Data ekonomi domestik yang cenderung stabil belum cukup kuat melawan arus negatif dari eksternal.

Analis menilai level 6.500-an masih menjadi support penting bagi IHSG. Jika tekanan jual berlanjut, indeks berpotensi menguji level tersebut. Sebaliknya, jika sentimen global membaik, peluang rebound tetap terbuka. Untuk itu, investor disarankan mencermati pergerakan harga minyak dan kabar geopolitik sebelum mengambil posisi baru.

Terkini