BULETINFINANSIAL.COM — Jakarta – Di tengah ketidakpastian global yang memanas, IHSG justru menunjukkan resistensinya. BRI Danareksa Sekuritas mencatat, penguatan indeks pagi ini utamanya disokong oleh saham-saham perbankan, dengan BBRI, BBCA, dan BMRI menjadi kontributor utama. Aliran dana asing yang masuk deras turut memperkuat posisi indeks di zona hijau. Sentimen Global Bayangi Pergerakan IHSG
Meski menguat, investor tetap mencermati sejumlah risiko eksternal. Ketegangan politik Amerika Serikat–Iran yang meningkat menjadi perhatian utama, di tengah kembali menguatnya ekspektasi bahwa The Fed akan menerapkan kebijakan moneter yang lebih ketat atau hawkish.
Data ekonomi terbaru menunjukkan pasar tenaga kerja AS yang melambat namun masih relatif tangguh. Hal ini mendorong probabilitas kenaikan suku bunga The Fed pada September mencapai 68 persen. Job Openings atau jumlah kesempatan kerja di AS pada Juli tercatat 7,27 juta, lebih rendah dari estimasi pasar sebesar 7,33 juta, tetapi naik dari 7,18 juta pada Juni.
Phintraco Sekuritas menambahkan, kenaikan harga minyak yang melonjak hampir 5 persen seiring meningkatnya tensi AS-Iran, serta imbal hasil obligasi pemerintah AS yang naik, turut membayangi pergerakan pasar pagi ini. Proyeksi Teknikal dan Level Kunci IHSG
BRI Danareksa Sekuritas memperkirakan IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatan dengan resistance di level 6.650. Secara teknikal, indeks yang berada di atas MA20 (6.416) dan mempertahankan struktur uptrend menjadi sinyal positif.
"Jika mampu breakout dan bertahan di atas 6.650, momentum penguatan berpotensi berlanjut menuju 6.665–6.732," tulis riset BRI Danareksa Sekuritas.
Sementara itu, CGS International Sekuritas Indonesia memproyeksikan IHSG akan bergerak bervariasi cenderung menguat dengan support di kisaran 6.535–6.470 dan resistance 6.665–6.730. Menurut CGS, pelemahan Wall Street menjadi sentimen negatif, namun kenaikan harga komoditas energi dan aksi beli asing berpotensi menjadi penyeimbang.
Berbeda dengan yang lain, Panin Sekuritas justru memperkirakan IHSG berpotensi melemah. Tensi geopolitik yang meningkat, kenaikan yield obligasi yang mengurangi daya tarik saham, serta pelemahan rupiah menjadi alasan utama di balik proyeksi tersebut. Pilihan Saham dari Sekuritas
Sejumlah sekuritas merekomendasikan saham-saham pilihan untuk perdagangan hari ini. BRI Danareksa merekomendasikan BMRI, ASII, dan CUAN. Phintraco menyarankan BBCA, BMRI, BBRI, BUMI, PTRO, dan CUAN.
Adapun CGS International memilih LSIP, SIMP, MEDC, BMRI, BBCA, dan BUMI, sementara Panin Sekuritas merekomendasikan AMRT, MBMA, dan COIN.
Dengan beragamnya proyeksi tersebut, investor disarankan tetap waspada terhadap volatilitas jangka pendek. Perpaduan antara penguatan fundamental domestik dan tekanan eksternal akan menentukan arah IHSG ke depan hingga penutupan perdagangan nanti.