IHSG Menguat 0,6% ke 6.564 saat Bursa Asia Lesu, Sektor Industrial Terpacu

Rabu, 02 September 2026 | 09:14:00 WIB

BULETINFINANSIAL.COM — Pasar saham domestik kembali menunjukkan reli di tengah tekanan regional. Hingga jeda siang, IHSG naik 39,04 poin dari penutupan sebelumnya di level 6.525,47. Sebanyak 385 saham tercatat menghijau, sementara 221 saham lainnya mengalami koreksi dan 183 saham stagnan.

Sektor Industrial Pimpin Kenaikan, Energi dan Transportasi Ikut Bergairah

Dari 11 sektor yang diperdagangkan, sembilan di antaranya berada di zona positif. Sektor industrial menjadi penggerak utama dengan kenaikan signifikan sebesar 2,45 persen. Sektor energi menyusul dengan apresiasi 1,50 persen, diikuti transportasi yang naik 1,26 persen.

Sektor keuangan turut mendukung laju indeks dengan penguatan 1,13 persen, disusul kesehatan yang naik 0,58 persen. Sektor barang konsumen primer dan sekunder masing-masing menguat tipis, sementara properti dan bahan baku juga mencatatkan kenaikan marginal.

Di sisi lain, dua sektor masih tertekan: infrastruktur tergelincir 0,26 persen dan teknologi terkoreksi tipis 0,09 persen.

Aktivitas Transaksi Masih Deras di Tengah Kehati-hatian Global

Data RTI Business menunjukkan volume perdagangan mencapai 28,49 miliar saham dengan frekuensi transaksi lebih dari 1,54 juta kali. Nilai akumulasi transaksi tercatat Rp10,21 triliun, menandakan minat investor ritel maupun asing terhadap aset berisiko masih terjaga.

Kekuatan IHSG ini kontras dengan pergerakan bursa kawasan. Indeks Hang Seng menjadi yang paling tertekan dengan pelemahan 1,24 persen, sementara KOSPI Korea Selatan turun 0,25 persen, Shanghai Composite melemah 0,18 persen, dan Nikkei 225 Tokyo terkoreksi 0,19 persen.

Faktor Pendukung dan Prospek

Resistensi IHSG terhadap sentimen negatif regional kerap ditopang oleh fundamental domestik yang solid serta aliran dana yang masuk ke sektor-sektor bernilai tambah. Penguatan di sektor industrial dan energi mengindikasikan optimisme pelaku pasar terhadap aktivitas manufaktur dan permintaan komoditas.

Namun, investor tetap perlu mencermati pergerakan bursa global, terutama arah kebijakan suku bunga dan perkembangan ekonomi China yang menjadi sentimen utama bagi kawasan Asia. Level 6.564 menjadi area psikologis yang perlu dipertahankan IHSG pada sesi kedua nanti untuk melanjutkan momentum penguatan.

Terkini