Arsenal Gagal Boyong Striker Kelas Dunia, Bruno Guimaraes Jadi Andalan Baru

Arsenal Gagal Boyong Striker Kelas Dunia, Bruno Guimaraes Jadi Andalan Baru

BULETINFINANSIAL.COM — Kegagalan mendatangkan striker haus gol menjadi pekerjaan rumah yang belum tuntas bagi Mikel Arteta. Padahal, kebutuhan akan sosok pembeda di lini depan sudah terlihat jelas sejak musim lalu, ketika ketajaman Viktor Gyokeres masih dipertanyakan dan performa Leandro Trossard serta Gabriel Martinelli menurun di paruh kedua musim.

Kedua pemain sayap itu kini telah hengkang. Trossard pindah ke Besiktas dengan nilai Rp305 miliar, sementara Martinelli dikabarkan segera bergabung dengan Al-Hilal dengan nilai transfer sekitar Rp1,2 triliun—angka yang akan menjadi rekor penjualan termahal dalam sejarah klub.

Daftar Target yang Gagal Dieksekusi

Sporting director Andrea Berta dikenal dengan caranya yang simultan dalam membangun komunikasi dengan beberapa target sekaligus. Namun, strategi itu belum membuahkan hasil untuk posisi penyerang.

Arsenal tercatat telah mengajukan pendekatan untuk Morgan Rogers, Bradley Barcola, Julian Alvarez, hingga Vinicius Junior. Satu per satu target tersebut gagal direalisasikan karena berbagai faktor, mulai dari banderol harga yang membengkak hingga keputusan pemain bertahan di klubnya masing-masing.

Kasus Vinicius Junior menjadi yang paling menarik. Arsenal sempat optimistis bisa memboyong pemain Brasil itu dari Real Madrid setelah ketertarikan mereka memaksa Los Blancos menawarkan paket kontrak yang lebih besar. Namun, gagal total pada akhirnya.

Sementara itu, Chelsea berani membanderol Morgan Rogers dengan harga fantastis Rp2,3 triliun, jauh di atas valuasi Arsenal yang hanya Rp1,6 triliun. Adapun Julian Alvarez, satu-satunya target yang tersedia di akhir bursa, memilih bertahan di Atletico Madrid setelah kembali berlatih dengan tim asal Spanyol tersebut.

Guimaraes dan Konsa Jadi Prioritas Rekrutan

Alih-alih mendapatkan penyerang anyar, Arsenal justru memperkuat lini tengah dan pertahanan. Bruno Guimaraes didatangkan dari Newcastle United dengan mahar Rp1,5 triliun dan langsung disebut-sebut sebagai salah satu rekrutan terbaik bursa ini.

Bek Ezri Konsa juga ditebus dari Aston Villa senilai Rp1,1 triliun setelah cedera yang menimpa William Saliba dan Jurrien Timber membuat lini belakang The Gunners krisis. Kepindahan Konsa dianggap sebagai langkah logis mengingat statistiknya yang impresif musim lalu: tingkat keberhasilan duel darat mencapai 73,1 persen dan akurasi operan 95 persen. Piero Hincapie resmi dipermanenkan dari kontrak pinjaman, dan Christos Tzolis didatangkan dari Club Brugge untuk menambah opsi serangan dari sisi sayap.

Keputusan Berani Menanti Januari

Kegagalan mendatangkan striker top pada bursa ini memang menyisakan pertanyaan besar. Manajemen klub, mulai dari Arteta, Berta, hingga co-chairman Josh Kroenke, harus siap menghadapi kritik dari suporter yang kecewa.

Namun, keputusan untuk tidak memaksakan pembelian pemain yang tidak sesuai kebutuhan bisa menjadi langkah bijak. Arsenal masih memiliki opsi untuk kembali bergerak pada bursa Januari atau menunggu hingga musim panas mendatang.

Dengan kedalaman skuad yang kian solid setelah kedatangan Guimaraes dan Konsa, plus kembalinya pemain dari cedera, Arsenal tetap layak diperhitungkan sebagai salah satu skuad terbaik di Eropa musim ini. Pertanyaannya, akankah lini depan mereka cukup tajam untuk mempertahankan gelar juara Premier League dan melangkah lebih jauh di Liga Champions?

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index