ASII Tender Sukarela Rp858 Miliar untuk 4,94% Saham AUTO, IHSG Tertekan Rebalancing MSCI

ASII Tender Sukarela Rp858 Miliar untuk 4,94% Saham AUTO, IHSG Tertekan Rebalancing MSCI

BULETINFINANSIAL.COM — ASII resmi mengumumkan Penawaran Tender Sukarela untuk menambah porsi kepemilikan di AUTO pada Senin (31/8). Perseroan berencana membeli maksimal 238,44 juta saham AUTO atau sekitar 4,94% dari total saham yang ditempatkan dan disetor.

Dana aksi ini bersumber dari kas internal ASII. Jika seluruh saham yang ditender berhasil diakuisisi, kepemilikan ASII di AUTO akan naik dari 80% menjadi maksimal 84,94%.

Harga Tender dan Dampaknya bagi Pemegang Saham Publik

Harga penawaran Rp3.600 per saham menjadi acuan utama pemegang saham publik yang ingin melepas sahamnya. Setelah aksi selesai, porsi saham publik AUTO diproyeksikan menyusut menjadi sekitar 15,05%.

Aksi korporasi ini merujuk pada POJK 54/POJK.04/2015 tentang Penawaran Tender Sukarela. Dengan kepemilikan yang kian terkonsentrasi, likuiditas perdagangan saham AUTO di bursa berpotensi menurun.

IHSG Ditutup Menguat Tipis, Asing Masih Lepas Saham

Di pasar reguler, IHSG ditutup menguat 0,11% ke level 6.525,48 pada perdagangan yang sama. Sektor Industrial menjadi pendorong utama dengan kenaikan 1,46%, sementara Healthcare menjadi pemberat terbesar dengan koreksi 1,66%.

Investor asing tercatat melakukan net sell Rp710,56 miliar di pasar reguler dan Rp434,25 miliar di seluruh pasar. Tekanan jual ini sejalan dengan aksi rebalancing indeks MSCI Agustus 2026, yang turut menekan CPIN dengan net sell Rp681,76 miliar.

Di Wall Street, Dow Jones melemah 0,70% ke 53.185, S&P 500 turun 0,33% ke 7.686, dan Nasdaq terkoreksi 0,12% ke 26.370. Pelemahan ini menambah sentimen negatif bagi pasar regional, termasuk Indonesia.

PEHA Catat Lonjakan Laba, Ekspor Jadi Andalan Baru

PT Phapros Tbk membukukan laba bersih Rp14,97 miliar pada semester I 2026, melonjak dari Rp2,45 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Penjualan bersih naik 5,37% menjadi Rp482,85 miliar, ditopang efisiensi operasional.

Rasio beban pokok penjualan turun dari 52% menjadi 49%, mendorong margin laba kotor naik ke 50,4%. Perseroan juga menyiapkan produk serbuk obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) untuk terapi dental yang ditargetkan rilis pada kuartal IV 2026.

Dari pasar ekspor, Phapros telah mengirim produk ke Kamboja, Filipina, Myanmar, Nigeria, Peru, dan Papua Nugini sejak 2014. Untuk kuartal III dan IV 2026, perseroan menargetkan pengiriman ke Filipina, Timor-Leste, dan Kamboja dengan target penjualan ekspor Rp5 miliar.

KAQI Ekspansi ke Surabaya Barat, TargetPayback 28 Bulan

PT Jantra Grupo Indonesia Tbk meresmikan cabang kedua di Surabaya Barat pada 29 Agustus 2026. Belanja modal yang dialokasikan mencapai Rp5,8 miliar dengan skema sewa lahan 12 tahun.

Dua cabang di Surabaya diproyeksikan berkontribusi hingga 10,50% terhadap pendapatan konsolidasi pada akhir tahun. Perseroan juga tengah menjajaki kerja sama B2B dengan bank pembangunan daerah di Jawa Timur untuk pengelolaan armada kendaraan listrik.

Rekomendasi Saham dari Mega Capital Sekuritas

Mega Capital Sekuritas merekomendasikan lima saham dengan level entry dan target harga sebagai berikut:

  • ESSA: Buy 640-650, target 660-675, stop loss 605
  • IATA: Buy 123-126, target 128-131, stop loss 116
  • ELSA: Buy 710-720, target 730-740, stop loss 675
  • JSMR: Buy 2.930-2.960, target 3.000-3.030, stop loss 2.800
  • COCO: Buy 104-106, target 108-110, stop loss 98

Investasi mengandung risiko. Seluruh rekomendasi ini merupakan riset analis, bukan ajakan untuk membeli atau menjual.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index