SEMARANG - Pemerintah bersama para pengembang properti saat ini sedang mematangkan skema baru untuk Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Rencana ini mencakup perpanjangan durasi pinjaman hingga 30 tahun demi meringankan cicilan tiap bulan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).
Sejauh ini, batas maksimal tenor KPR subsidi hanya 20 tahun. Melalui rencana penambahan masa pinjaman ini, diharapkan jumlah angsuran bulanan dapat ditekan hingga berada di bawah harga pasar saat ini.
“Sedang kami dorong agar angsuran itu tidak lagi 20 tahun, tapi nanti bisa sampai 30 tahun. Jadi nanti bisa dibawa sekitar sejuta untuk angsuran FLPP,” kata Ketua DPP Himpunan Pengembang Permukiman dan Perumahan Rakyat (HIMPERRA), Ari Tri Priyono, seusai Rakerda HIMPERRA di Hotel Somerset, Kota Semarang, Kamis (7/5/2026).
Ari menjelaskan bahwa skema subsidi FLPP sejatinya bukan berupa pemotongan harga jual hunian, melainkan subsidi bunga kredit dari pihak pemerintah. Masyarakat tetap akan mendapatkan bunga tetap (fixed) di angka 5 persen selama masa tenor, sementara selisih bunga komersial bank akan ditanggung negara.
“Subsidi dari pemerintah berupa bunga. Kalau bunga bank 12 persen, yang 7 persen ditanggung pemerintah. Jadi masyarakat cukup bayar bunga 5 persen,” ujar Ari Tri Priyono.
Perpanjangan tenor hingga tiga dekade ini dianggap sebagai langkah strategis guna menjaga daya beli MBR yang sekarang cenderung menurun imbas naiknya harga kebutuhan pokok dan Bahan Bakar Minyak (BBM).
Walaupun biaya material bangunan terus meningkat, HIMPERRA merasa optimis bisa mencapai target pemerintah. Jika pada tahun 2025 mereka telah membangun 10.000 unit rumah bagi MBR, maka di tahun 2026 ini targetnya ditingkatkan menjadi 20.000 unit.
Saat ini, harga rumah subsidi untuk wilayah Jawa Tengah masih berada di angka Rp 166 juta per unit. Namun, Ari memberikan peringatan kepada masyarakat agar tidak menunda pembelian karena ada potensi penyesuaian harga dalam waktu dekat.
“Harga material naik semua. Kemungkinan beberapa bulan ke depan harga rumah subsidi juga akan naik,” tutur Ari.
Momentum harga saat ini serta rencana tenor 30 tahun diharapkan menjadi kabar baik bagi masyarakat yang masih menimbang untuk memiliki rumah pribadi di tengah tekanan ekonomi harian.