Startup RI Masih Jawa Sentris, Wamenkomdigi Siapkan Garuda Spark di 10 Kota untuk Pemerataan Ekosistem Digital

Startup RI Masih Jawa Sentris, Wamenkomdigi Siapkan Garuda Spark di 10 Kota untuk Pemerataan Ekosistem Digital

BULETINFINANSIAL.COM — Pemerintah menilai konsentrasi pengembangan startup di Pulau Jawa menjadi masalah struktural. Kondisi ini menghambat pemerataan pertumbuhan ekonomi digital. Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria menegaskan kondisi ini harus diubah agar manfaat teknologi tidak hanya dinikmati wilayah yang selama ini menjadi pusat bisnis.

Konsentrasi di Jawa Hambat Skala Nasional

"Pengembangan startup saat ini lebih banyak berkonsentrasi di Pulau Jawa. Ini mungkin tidak baik untuk perkembangan ke depan karena adopsi teknologi digital mestinya lebih menyebar dan harus merefleksikan pada skala nasional," ujar Nezar dalam acara OJK Digination Day 2026 di Jakarta Selatan, Kamis, 27 Agustus 2026.

Nezar menilai penyebaran ekosistem digital menjadi prasyarat untuk memperkuat daya saing Indonesia di level global. Jika inovasi hanya bertumpu pada kota-kota besar di Jawa, potensi talenta dari luar pulau tidak akan tergarap optimal.

Antusiasme generasi muda di daerah terhadap teknologi baru seperti kecerdasan buatan (AI) dinilai cukup tinggi. Hambatannya bukan pada minat, melainkan pada akses terhadap pendampingan, jaringan industri, dan sumber pendanaan.

Garuda Spark: Menjangkau Papua hingga Banda Aceh

Untuk menjawab tantangan itu, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengembangkan Garuda Spark Innovation Hub. Program ini dirancang untuk menghubungkan 10 kota dan membuka akses talenta lokal ke ekosistem teknologi yang lebih luas.

Berbeda dengan program sebelumnya yang kerap berpusat di Jawa, inisiatif ini secara eksplisit menyasar wilayah timur dan barat Indonesia.

- Menjangkau kota seperti Papua dan Banda Aceh.
- Menghubungkan inovator dengan investor dan mitra industri.
- Menyediakan ruang pendampingan pengembangan teknologi.

"Dengan membuka hub itu, kita berharap para talenta-talenta, para generasi muda kita yang cukup antusiasme untuk mendalami, untuk mengadopsi teknologi baru ini seperti kecerdasan buatan, ini bisa mendapatkan akses," kata Nezar.

Bukan Sekadar Belajar Teknologi

Kehadiran hub ini diharapkan tidak berhenti pada transfer pengetahuan. Nezar menekankan pentingnya perluasan jaringan bagi talenta daerah agar bisa terhubung dengan jejaring global.

Akses terhadap pendanaan ventura dan pasar yang lebih luas menjadi kunci agar startup lokal tidak hanya bertahan, tetapi juga tumbuh. Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi digital bisa bergerak lebih merata dan mencerminkan potensi nasional, bukan hanya potensi segelintir kota.

Pemerintah berharap langkah ini menjadi fondasi bagi lahirnya inovasi-inovasi baru di luar Jawa yang mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index