BULETINFINANSIAL.COM — Emiten berkode saham MKNT ini akan menerbitkan 1,02 triliun saham seri B dalam aksi penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD). Sebanyak 822,93 miliar saham di antaranya merupakan konversi utang kreditur, sementara sisanya berasal dari injeksi tunai.
Direktur Utama MKNT Jefri Junaedi menegaskan harga pelaksanaan Rp1 per saham disepakati bersama para kreditur. Angka ini identik dengan nilai nominal saham seri B yang diterbitkan, dengan pertimbangan utama memperbaiki struktur keuangan perseroan.
Berapa Dampaknya ke Neraca Keuangan?
Setelah aksi korporasi ini tuntas, modal ditempatkan dan disetor MKNT bertambah Rp1,02 triliun. Di sisi lain, beban liabilitas perseroan diproyeksikan turun hingga Rp822,93 miliar, sementara aset naik Rp201,56 miliar.
Perbaikan ini menjadi fondasi bagi perseroan untuk melanjutkan ekspansi ke lini bisnis baru. MKNT telah mengakuisisi 99,99% saham PT Citra Baru Steel (CBS) dan PT Radja Udang Malingping (RUM) pada 29 Mei 2026.
CBS beroperasi di industri manufaktur baja, sedangkan RUM bergerak di bidang perikanan, khususnya budidaya tambak udang. Lewat dua entitas ini, MKNT melebarkan sayap dari bisnis distribusi produk telekomunikasi yang selama ini dijalankan.
Proyeksi Kinerja dan Perubahan Pengendalian
Manajemen menargetkan pendapatan Rp1,19 triliun dengan laba Rp16,18 miliar pada 2026 setelah private placement rampung. Angka tersebut diproyeksikan meningkat hingga 2030, dengan pendapatan Rp1,97 triliun dan laba Rp191,55 miliar.
Perubahan pengendalian menjadi konsekuensi logis dari penerbitan saham baru ini. HBEH akan menguasai 668 miliar saham seri B dan resmi menjadi pengendali baru MKNT.
Perseroan menyatakan perubahan pengendalian ini dikecualikan dari kewajiban tender wajib sesuai POJK No. 9/2018, karena bertujuan memperbaiki posisi keuangan. Rencana ini akan dimintakan persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Senin, 14 September 2026.
Adapun injeksi tunai dalam aksi ini berasal dari dua sumber: 1,56 miliar saham seri B melalui MCP dan 200 miliar saham seri B dari investor independen.
Investasi mengandung risiko.