JAKARTA - Nilai jual minyak mentah internasional masih bergerak tidak menentu akibat gejolak kawasan yang belum juga usai.
Pada hari ini, nilai jual minyak mentah internasional merosot usai sebuah negara diberitakan bakal menunda tindakan militer selama pihak lawan menghentikan pertikaian.
Kondisi tersebut meredakan ketakutan terhadap bentrokan yang makin memanas selama hampir dua pekan.
Mengutip dari Sumbernya, Senin, (27/7/2026), nilai jual minyak Brent untuk pengiriman September merosot 4,88% menjadi US$ 49,2 per barel.
Nilai jual minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman September turut anjlok melebihi 5% menjadi US$ 84,84 per barel.
Pada Kamis (23/7/2026) lalu, nilai jual minyak mentah dunia sempat melonjak tinggi yang dipicu peningkatan ketegangan di perairan yang melibatkan gempuran pada armada tanker, serta ancaman dari pihak luar.
Di mana, nilai jual minyak Brent menembus US$ 100 per barel untuk pertama kalinya sejak 26 Mei.
Nilai jual minyak acuan global tersebut melonjak sekitar 7 persen dan ditutup pada posisi US$ 100,69 per barel.
Sementara itu, nilai jual minyak West Texas Intermediate (WTI) menguat sekitar 6 persen sampai ditutup di posisi US$ 92,19 per barel.
Dinamika nilai jual minyak mentah internasional belum memberikan dampak pada tarif bahan bakar minyak (BBM) di dalam negeri.
Berdasarkan pemantauan, tarif BBM pada stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) milik BUMN maupun swasta tetap konstan di pekan pamungkas Juli 2026, walaupun nilai jual minyak mentah internasional sempat melonjak dan kini kembali melorot.
Dikutip dari Sumbernya di Jakarta, Senin (27/7/2026), tarif BBM tidak berubah sejak 1 Juli 2026.
Berikut merupakan rincian tarif BBM SPBU BUMN di kawasan ini.
Tarif Pertalite Rp 10.000 per liter, solar subsidi Rp 6.800 per liter, Pertamax Rp 16.250 per liter, Pertamax Turbo Rp 19.300 per liter, Pertamax Green Rp 17.000 per liter, Dexlite Rp 19.700 per liter serta Pertamina Dex Rp 21.150 per liter.
Di samping itu, SPBU swasta yang sempat mengalami kekosongan persediaan sejak awal tahun 2026, saat ini kembali memasarkan BBM tipe solar, yaitu V-Power Diesel.
Adapun rincian tarif BBM di SPBU swasta tersebut sejak 1 Juli 2026 untuk V-Power Diesel sebesar Rp 21.340 per liter.
Di sisi lain, tarif BBM di SPBU swasta lainnya terpantau konstan setelah nominal BBM varian bensin seperti BP Ultimate dan BP 92 sempat mengalami penyesuaian tarif layaknya Pertamax dan Pertamax Green.
Rincian tarif BBM di SPBU tersebut untuk BP Ultimate sebesar Rp 17.240 per liter, BP 92 sebesar Rp 16.670 per liter dan BP Ultimate Diesel sebesar Rp 21.340 per liter.