JAKARTA - Harga emas dunia menguat lebih dari 1 persen pada perdagangan awal Asia, Senin (27/7/2026), seiring meredanya ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang menekan harga minyak.
Pelaku pasar juga menantikan hasil rapat kebijakan moneter bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed), yang akan digelar pekan ini.
Mengutip Reuters, harga emas spot naik 1,4 persen menjadi 4.110,56 dollar AS per ons.
Sementara harga emas berjangka AS naik 1 persen menjadi 4.112,10 dollar AS per ons.
“Emas menjadi salah satu aset yang paling diuntungkan hari ini dari penurunan harga minyak dan dollar AS,” ujar dari Sumbernya Analis Pasar KCM Trade, Tim Waterer.
“Minyak dan dollar AS melemah karena meningkatnya harapan deeskalasi antara AS dan Iran.
Turunnya harga minyak juga meredakan kekhawatiran terhadap inflasi,” imbuh dari Sumbernya.
Indeks dollar AS turun sekitar 0,3 persen.
Kondisi ini membuat emas menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya, sehingga meningkatkan minat investor terhadap logam kuning tersebut.
Sentimen positif juga datang setelah seorang pejabat senior Iran mengatakan kepada Reuters bahwa Iran akan menghentikan serangannya selama AS melakukan hal yang sama.
Perkembangan tersebut terjadi setelah AS menghentikan sementara kampanye pengebomannya.
Presiden AS Donald Trump disebut menerima masukan dari para penasihatnya bahwa sasaran serangan mulai terbatas serta muncul kekhawatiran terhadap menipisnya persediaan persenjataan AS.
Meredanya konflik tersebut membuat harga minyak anjlok lebih dari 5 persen pada awal perdagangan hari ini.
Sejak konflik pecah pada awal tahun ini, kenaikan harga minyak sempat memicu kekhawatiran inflasi dan meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga bank sentral.
Kondisi tersebut sebelumnya menjadi tekanan bagi harga emas karena suku bunga yang lebih tinggi meningkatkan biaya peluang memegang aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset).
Meski begitu, Waterer masih optimistis terhadap prospek emas dalam jangka panjang.
“Dalam jangka panjang, saya tetap optimistis terhadap emas.
Namun, arah harga emas dalam waktu dekat masih akan sangat bergantung pada pergerakan harga minyak dan kemungkinan tetap bergejolak karena dipengaruhi perkembangan geopolitik hingga tercapai perdamaian yang lebih permanen,” katanya.