BEI: 679 Waran Terstruktur Terbit 2026, Masih Ada Pipeline 100-200 Lagi

Sabtu, 19 September 2026 | 16:31:00 WIB
BEI: 679 Waran Terstruktur Terbit 2026, Masih Ada Pipeline 100-200 Lagi

BULETINFINANSIAL.COM — PT Bursa Efek Indonesia mencatat 679 waran terstruktur telah diterbitkan sepanjang 2026, dengan pipeline penerbitan berikutnya mencapai 100-200 produk hingga akhir tahun. Perluasan aset dasar dari indeks DX30 ke DX80 membuka ruang lebih besar bagi penerbit memilih saham berlikuiditas tinggi sekaligus bervolatilitas. Hingga September 2026, realisasi penerbitan sudah melampaui periode yang sama tahun lalu.

Kepala Unit Pengembangan Bisnis Produk Terstruktur BEI, Pradapaningsih, menyampaikan angka tersebut berdasarkan data terakhir bursa. Menurut dia, penerbit masih menyimpan sejumlah rencana penerbitan yang belum dieksekusi sampai penutupan tahun.

"Kalau penerbitan waran terstruktur sampai saya lihat data terakhir itu 679 di tahun ini. Kemudian kalau dari pipeline penerbit setahu saya masih ada sekitar 100-200 penerbitan lagi," ujar Pradapaningsih di Gedung BEI, Jakarta, Sabtu (19/9/2026).

Perluasan Underlying Jadi DX80

BEI memperluas cakupan aset dasar waran terstruktur dari semula indeks DX30 menjadi DX80. Langkah itu memberi penerbit lebih banyak pilihan saham untuk dijadikan underlying produk.

Saham-saham dalam DX30 dikenal punya likuiditas tinggi. Namun Pradapaningsih menilai likuiditas saja tidak cukup untuk produk waran terstruktur.

"Terutama karena kan DX30 sahamnya yang paling liquid. Sementara kalau untuk produk seperti waran terstruktur memang mereka membutuhkan volatilitas," katanya.

Volatilitas harga saham menentukan seberapa menarik waran terstruktur bagi investor. Tanpa pergerakan harga yang memadai, potensi imbal hasil produk ini ikut terbatas.

Ritel Masih Dominan, Institusi Bidik Hedging

Dari sisi partisipasi, perdagangan waran terstruktur masih didominasi investor ritel. Investor institusi baru melihat instrumen ini untuk kebutuhan spesifik.

Salah satu pemanfaatan yang disebut BEI adalah lindung nilai terhadap posisi investasi yang sudah dimiliki. Fungsi hedging itu membuat waran terstruktur tidak hanya berperan sebagai produk spekulatif.

Dengan tambahan pipeline 100-200 penerbitan, BEI berharap realisasi tahun ini bisa melampaui capaian 2025. Hingga September 2026, jumlah penerbitan waran terstruktur sudah lebih tinggi dibanding periode yang sama tahun lalu.

Apa Artinya bagi Investor

Bagi investor ritel, bertambahnya penerbitan berarti pilihan produk dan underlying makin beragam. Pilihan yang lebih luas juga membuka peluang menyesuaikan strategi dengan profil risiko masing-masing.

Meski begitu, waran terstruktur tetap instrumen berisiko tinggi karena nilainya bergantung pada pergerakan harga aset dasar. Investor perlu memahami mekanisme, waktu jatuh tempo, dan skenario kerugian sebelum masuk.

Perluasan ke DX80 berpotensi menambah variasi underlying di luar saham paling likuid. Bagi penerbit, cakupan yang lebih luas memberi keleluasaan merancang produk dengan profil imbal hasil berbeda.

Terkini