Todd Boehly Tinggalkan Chelsea, Clearlake Kuasai Penuh Stamford Bridge

Jumat, 18 September 2026 | 17:07:00 WIB

BULETINFINANSIAL.COM — Todd Boehly resmi mengakhiri keterlibatannya di Chelsea setelah empat tahun menjadi salah satu pemilik klub London barat itu. Keputusan ini membuat Clearlake Capital, yang selama ini sudah menjadi pemegang saham mayoritas, kini menguasai penuh Stamford Bridge.

Kepastian itu datang lewat pengumuman resmi yang menyebut Clearlake Capital telah mengambil alih seluruh saham milik Boehly dan rekannya, Mark Walter. Langkah ini mengakhiri spekulasi soal perpecahan di dalam grup pemilik BlueCo yang sudah mencuat sejak dua tahun terakhir.

Clearlake, perusahaan ekuitas swasta asal Amerika Serikat yang didirikan Behdad Eghbali dan José E Feliciano, sebenarnya sudah menjadi motor penggerak klub sejak lama. Boehly, Walter, dan miliarder Swiss Hansjörg Wyss hanya memegang 38,5 persen saham secara merata, tetapi pengaruh mereka perlahan menguap setelah konsorsium BlueCo membeli Chelsea dari Roman Abramovich senilai 2,5 miliar poundsterling pada 2022.

Clearlake Sudah Lama Pegang Kendali Sehari-hari

Eghbali disebut sebagai sosok paling berpengaruh di balik layar Chelsea. Feliciano lebih banyak bekerja di belakang meja, terlebih setelah ia menjadi investor klub bisbol Major League Baseball, San Diego Padres.

Selama ini, Eghbali yang paling sering tampil di depan dan menjadi sasaran nyanyian bernada kasar dari suporter Chelsea pada awal tahun. Ketidakpuasan fans terhadap era pasca-Abramovich mulai terarah ke Clearlake dalam setahun terakhir.

Kiprah Boehly yang Berakhir Pahit

Boehly pernah menjadi wajah utama pengambilalihan Chelsea. Ia bahkan menunjuk dirinya sendiri sebagai direktur olahraga interim setelah sejumlah petinggi hengkang pasca-Abramovich. Keputusan itu berujung mahal.

Chelsea menghamburkan sekitar 300 juta poundsterling untuk sejumlah pemain yang tidak cocok. Pembelian Raheem Sterling dengan gaji 325.000 poundsterling per pekan menjadi contoh yang sering dikutip sebagai pelajaran pahit.

Kekacauan memuncak saat Thomas Tuchel dipecat dan digantikan Graham Potter pada awal musim 2022-23. Boehly juga sempat mengaku merekrut Marc Cucurella dari Brighton karena mendengar Manchester City menginginkan bek kiri Spanyol itu.

Reputasi Boehly kian tercoreng ketika ia mempertanyakan mengapa Premier League tidak punya laga All-Star dalam sebuah konferensi bisnis. Pernyataannya bahwa Chelsea akan mengalahkan Real Madrid 3-0 sebelum perempat final Liga Champions 2023 juga berbalik menjadi bahan tertawaan.

Strategi Klub Berubah Total

Sejak Boehly mundur dari urusan harian, arah kebijakan Chelsea berubah. Klub beralih dari satu direktur olahraga interim menjadi lima direktur permanen: Paul Winstanley, Laurence Stewart, Sam Jewell, Joe Shields, dan Dave Fallows.

Manajemen kini memberi kontrak panjang berinsentif dan membidik pemain muda. Chelsea baru sekali lolos ke Liga Champions di bawah kepemilikan ini, dan sejumlah pelatih silih berganti.

Sumber Clearlake menyebut pelajaran penting sudah diserap pada tahun ini. Bisnis transfer musim panas lalu dinilai lebih baik, terutama setelah mendatangkan Xabi Alonso sebagai pelatih serius plus pemain-pemain mapan.

Soal Stadion Jadi Agenda Berikutnya

Boehly dan Walter dikabarkan hanya meraup keuntungan modest dari investasi mereka di Chelsea. Jonathan Goldstein, sekutu Boehly, turut meninggalkan jajaran direksi, sementara Wyss tetap bertahan karena berinvestasi di kendaraan milik Clearlake.

Operasional harian, kepemimpinan, dan strategi klub dipastikan tidak berubah. Isu besar yang tersisa adalah masa depan stadion. Kepergian Boehly dan Walter bisa membuka jalan bagi langkah baru.

The Guardian melaporkan pada September 2024 bahwa Chelsea tengah menjajaki opsi meninggalkan Stamford Bridge dan pindah ke Earls Court.

Terkini