Google Permudah Pindah Password Antar Aplikasi di Android, Ini Cara Kerjanya

Google Permudah Pindah Password Antar Aplikasi di Android, Ini Cara Kerjanya

BULETINFINANSIAL.COM — Google menghadirkan fitur transfer password dan passkey antar aplikasi di Android tanpa perlu mengunduh file berisi daftar kata sandi. Fitur ini menyasar pengguna yang ingin berpindah dari Google Password Manager ke layanan pihak ketiga seperti Bitwarden atau 1Password tanpa mengorbankan keamanan data.

Google memperkenalkan mekanisme baru untuk memindahkan password dan passkey antar aplikasi pengelola kata sandi di Android. Alih-alih mengunduh daftar password lalu mengimpornya secara manual, sistem Android kini menangani proses tersebut secara langsung. Fitur ini tersedia di semua perangkat yang menjalankan Android 8 atau versi lebih baru.

Perubahan ini menjawab salah satu kekhawatiran terbesar pengguna saat berganti aplikasi password manager: risiko file berisi kredensial jatuh ke tangan yang salah. Dengan metode transfer langsung, file sensitif tidak perlu pernah tersimpan di penyimpanan perangkat.

Mengapa Transfer Manual Selama Ini Berisiko

Selama bertahun-tahun, berpindah password manager berarti mengekspor daftar kata sandi ke file, mengunduhnya, lalu mengimpornya ke aplikasi baru. File itu harus dihapus setelahnya, tetapi jendela risiko tetap terbuka selama proses berlangsung.

Seorang pengguna yang menulis pengalamannya soal fitur ini mengaku tidak pernah mengekspor password saat berhenti memakai Google Password Manager. Ia justru memanfaatkan momen itu untuk mengaudit akun lama dan password lemah miliknya. Namun, proses itu memakan waktu berbulan-bulan dan membuat sebagian akun tertinggal di layanan lama.

Ketika fitur transfer baru hadir, pengguna tersebut mengunduh ulang Google Password Manager dan Bitwarden untuk memindahkan data. Prosesnya tidak selalu mulus. Bitwarden gagal mengimpor password dari akun Google pribadinya, dan berbagai upaya perbaikan tidak menyelesaikan masalah itu.

Transfer ke Bitwarden Berjalan dalam Hitungan Detik

Pengalaman berbeda terjadi saat ia memindahkan password dari akun Google kantornya. Prosesnya berjalan lancar. Ia memilih akun Google, memverifikasi identitas lewat biometrik, mengonfirmasi transfer data, dan seluruh proses selesai dalam sekejap.

Jumlah password yang dipindahkan memang tidak banyak, tetapi klaim Google bahwa proses ini memakan "beberapa detik" terbukti akurat. Arah sebaliknya, dari Bitwarden ke Google Password Manager, bahkan lebih sederhana karena opsi impor dan ekspor Google lebih mudah ditemukan.

Yang penting, seluruh passkey ikut berpindah tanpa masalah. Pengelola password sering kali tidak konsisten dalam membaca dan menyimpan passkey, tetapi kombinasi Google Password Manager dan Bitwarden tidak menunjukkan kendala berarti.

Google Password Manager Masih Kalah dari Pesaing

Meski proses transfer kini mudah, penulis tersebut tetap tidak berniat kembali ke Google Password Manager. Ada tiga alasan utama. Pertama, layanan ini hanya bisa diakses lewat browser Chrome, bukan browser lain. Kedua, tidak ada kewajiban master password, hanya autentikasi biometrik. Ketiga, Google Password Manager hanya menyimpan akun, sementara Bitwarden bisa menyimpan kartu kredit, identitas, dan catatan aman.

Bagi pengguna yang nyaman hidup di ekosistem Google, layanan ini dinilai memadai. Namun bagi yang membutuhkan fleksibilitas lebih, opsi pihak ketiga seperti Bitwarden atau Proton Pass tetap menjadi pilihan utama.

Saat artikel ini ditulis, proses impor dan ekspor password di Android baru mendukung Google Password Manager, 1Password, Bitwarden, dan Dashlane. Google menyatakan dukungan untuk aplikasi lain, termasuk Proton Pass, sedang dalam pengembangan.

Saatnya Beralih Jika Sudah Lama Ragu

Kemudahan transfer ini menghapus salah satu hambatan terbesar pengguna untuk mencoba pengelola password lain. Berbagai aplikasi menawarkan fitur yang berbeda, dan Google Password Manager kerap dianggap sebagai opsi paling lemah di antara semuanya.

Dengan fitur baru ini, pengguna bisa memilih aplikasi yang paling sesuai, memindahkan password dalam hitungan detik, lalu menilai sendiri apakah layanan itu lebih cocok. Semakin jarang password terlihat dan tersentuh secara manual, semakin baik pula perlindungannya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index