SERUI - Tempat usaha penggilingan daging yang berlokasi di wilayah KPR, Dusun Yapen, Kelurahan Serui Kota, menjadi salah satu lokasi yang sangat diminati masyarakat, terutama para pelaku usaha kuliner di Kabupaten Kepulauan Yapen.
Usaha penggilingan daging itu melayani warga maupun pelaku usaha yang memerlukan jasa penggilingan daging buat beraneka ragam kebutuhan, termasuk bahan baku makanan yang dijual kembali.
Pelaku usaha penggilingan daging, Achmad Nasir Irfana, menyatakan usaha tersebut telah dilakoninya sejak tahun 2016.
Sebelumnya, usaha penggilingan daging tersebut telah dirintis oleh orang tuanya.
Berdasarkan keterangan Achmad, aktivitas usaha penggilingan daging sampai kini masih berjalan dengan lancar, walau jumlah pelanggan terkadang mengalami kenaikan ataupun penurunan.
"Usaha ini saya jalankan sejak tahun 2016, sebelumnya orang tua saya yang mempunyai usaha ini. Sampai sekarang masih berjalan, kadang ramai dan kadang juga sepi," ujar Achmad.
Dia menerangkan, sebagian besar pelanggan datang langsung ke lokasi usahanya untuk menggiling daging yang sudah mereka persiapkan.
Pelanggan berasal dari warga umum hingga pelaku usaha kuliner, termasuk pedagang yang memerlukan daging giling sebagai bahan baku makanan.
Achmad menambahi, pihaknya saat ini tidak menyediakan daging ayam untuk digiling.
Namun, terdapat sejumlah pelaku usaha, termasuk penjual cilok, yang datang membawa sendiri daging ayam buat selanjutnya digiling di tempat itu.
"Kalau ayam, kami tidak menyediakan. Tetapi ada pelaku usaha seperti penjual cilok yang datang membawa ayam sendiri untuk digiling," katanya.
Sementara itu, mengenai harga daging, Achmad menyebutkan harganya tidak selalu stabil lantaran menyesuaikan dengan harga daging yang berlaku di pasaran.
Dengan hadirnya usaha penggilingan tersebut, warga dan pelaku usaha kuliner di kawasan Serui dapat lebih gampang memproleh layanan penggilingan daging sesuai kebutuhan mereka.