Saham Didepak MSCI, Bos Bursa Sebut Komunikasi Investor Jalan Terus

Kamis, 13 Agustus 2026 | 12:49:06 WIB
Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik (FOTO: NET)

JAKARTA - Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik, memberikan tanggapan pascapengumuman rebalancing atau penataan ulang anggota saham dalam indeks global MSCI.

Melalui pengumuman tersebut, tercatat sebanyak 11 saham asal Indonesia yang terkena dampak penyesuaian MSCI.

Dari sumbernya menerangkan, rebalancing merupakan agenda rutin berkala yang lumrah dijalankan oleh pihak MSCI.

Dalam tahapan rebalancing tersebut, MSCI turut memanfaatkan acuan dari ketersediaan informasi publik yang disajikan oleh pihak BEI.

Data keterbukaan informasi ini meliputi catatan kepemilikan saham melebihi 1% hingga deretan emiten dengan kondisi kepemilikan sangat terkonsentrasi atau high shareholding concentration (HSC).

"Rebalancing ini secara periodik dilakukan oleh MSCI. Dan seperti proses rebalancing sebelumnya, MSCI juga menggunakan keterbukaan informasi publik yang disampaikan oleh BEI, seperti HSC dan kepemilikan saham 1%," ungkap Jeffrey dalam keterangannya, Kamis (13/8/2026).

Dari sumbernya menyatakan bakal konsisten meneruskan koordinasi bersama pihak MSCI.

Di samping itu, jajaran otoritas BEI senantiasa menjalin dialog aktif dengan para investor internasional.

"Komunikasi kami dengan MSCI tentu akan terus dilanjutkan. Demikian juga komunikasi dengan investor global," pungkasnya.

Sebagai rincian, MSCI mencoret 10 emiten Indonesia dan membuat 1 saham mengalami penurunan kelas pada rilis resminya hari ini.

Penyesuaian posisi tersebut mulai diberlakukan secara efektif pascapenutupan sesi perdagangan 31 Agustus 2026.

Pada kelompok Global Standard Indexes, MSCI mengeluarkan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO).

Sedangkan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) mengalami penurunan kelas dari MSCI Global Standard Indexes menuju MSCI Global Small Cap Indexes.

Selanjutnya pada kategori MSCI Global Small Cap Indexes, tercatat ada sembilan emiten Indonesia yang turut dikeluarkan, yaitu PT Bank Jago Tbk (ARTO), PT Bukalapak.com Tbk (BUKA), PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA), PT MD Entertainment Tbk (FILM), serta PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL).

Dalam pengelompokan Global Small Cap Indexes tersebut, MSCI juga mencoret PT MNC Tourism Indonesia Tbk (KPIG), PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU), PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR), dan PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI).

"Semua perubahan akan diberlakukan mulai penutupan pasar pada 31 Agustus 2026," tulis pengumuman MSCI, Kamis (13/8/2026).

Tags

Terkini