GOTO Tanggapi Keputusan MSCI: Ini Informasi yang Tidak Menyenangkan

Kamis, 13 Agustus 2026 | 12:49:05 WIB
Ilustrasi Logo GoTo (FOTO: NET)

JAKARTA - PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) membenarkan bahwa pengumuman rebalancing atau penataan ulang anggota saham indeks MSCI merupakan berita yang kurang menggembirakan bagi para investor perusahaan.

Dalam proses rebalancing tersebut, GOTO dikonfirmasi menjadi salah satu entitas saham yang dikeluarkan dari daftar indeks MSCI.

Dari sumbernya berpandangan bahwa hasil keputusan itu murni berlandaskan aspek teknis semata.

Ia juga mengonfirmasi penetapan MSCI merujuk pada pergerakan harga saham GOTO yang tertahan di level Rp50 beserta rendahnya volume transaksi perdagangan.

"Kami menyadari bahwa ini merupakan kabar yang kurang menyenangkan bagi banyak pemegang saham kami. Keputusan ini murni bersifat teknis, menyusul harga saham GOTO yang berada di level terendah Rp 50 dan diikuti dengan volume perdagangan yang rendah," ungkap Audrey dalam keterangan tertulisnya, Kamis (13/8/2026).

Meski demikian, dari sumbernya menjamin bahwa kebijakan tersebut sama sekali tidak dipicu oleh performa keuangan GOTO.

Ia menerangkan, GOTO sukses membukukan keuntungan bersih pada kuartal II-2026 mencapai Rp252 miliar diiringi capaian pendapatan bersih sebesar Rp5,7 triliun.

Di samping itu, EBITDA Grup yang disesuaikan turut melambung hingga Rp1 triliun untuk kali pertama.

Dari sumbernya menegaskan, GOTO penuh keyakinan mampu memenuhi target EBITDA Grup yang disesuaikan pada rentang Rp3,2 triliun sampai Rp3,4 triliun.

Dari sumbernya mengimbuhkan, GOTO bakal membuka ruang komunikasi secara intensif bersama pihak MSCI.

Manajemen entitas pun hendak berkonsentrasi pada tata kelola operasional demi menghadirkan nilai tambah bagi tiap-tiap pemegang saham.

"Keputusan peninjauan indeks dilakukan secara berkala dan kami akan terus menjalin dialog aktif dengan MSCI," pungkasnya.

Sebagai rincian, MSCI resmi mendepak PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dari keanggotaan Global Standard Indexes.

Langkah ini mulai diterapkan efektif setelah selesainya jam perdagangan 31 Agustus 2026.

Merujuk pada siaran resminya, pengeluaran GOTO dari daftar dilakukan berdasarkan evaluasi MSCI Indonesia Investable Market Index yang menyoroti pergerakan harga saham emiten.

Pihak MSCI menilai terdapat risiko dari sisi likuiditas saham GOTO yang tergolong amat minim.

Berdasarkan penilaian MSCI, lemahnya likuiditas saham GOTO bersumber dari harga transaksi yang mandek pada angka Rp50 per lembar saham.

Catatan tersebut direkam MSCI sejak penutupan transaksi pasar pada 13 Mei 2026.

"Perlakuan ini diterapkan karena adanya potensi masalah replikabilitas indeks yang terkait dengan likuiditasnya yang sangat rendah, yang disebabkan oleh perdagangan pada harga minimum yang dapat diperdagangkan sebesar Rp 50 di Bursa Efek Indonesia sejak penutupan pasar pada tanggal 13 Mei 2026," tulis pengumuman MSCI, Kamis (13/8/2026).

Tags

Terkini