Kebutuhan Investasi Indonesia Tembus Rp 8.705 Triliun Pada Tahun Depan

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:10:45 WIB
Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu), Juda Agung (FOTO: NET)

JAKARTA - Estimasi kebutuhan investasi nasional yang amat besar dipaparkan oleh perwakilan dari sumbernya untuk periode tahun mendatang.

Proyeksi dana modal yang diperlukan menembus angka di atas Rp 8.000 triliun yang sebagian besar diarahkan melalui mekanisme pasar modal.

Kebutuhan modal investasi pada APBN 2027 diperkirakan menembus angka Rp 8.705 triliun.

Akan tetapi, porsi APBN hanya sanggup mendanai sebagian kecil dari seluruh total kebutuhan tersebut, yaitu sebesar Rp 459 triliun.

"Dalam APBN 2027, kebutuhan investasi Indonesia diperkirakan mencapai Rp 8.705 triliun. APBN hanya mampu menjangkau sekitar Rp 459 triliun," ungkap dari sumbernya saat menghadiri perayaan Ulang Tahun Pasar Modal di Gedung BEI, Senin (10/8/2026).

Di sisi lain, dukungan investasi dari entitas BUMN serta Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) tercatat berada di angka Rp 330 triliun.

Menurut penuturan dari sumbernya, porsi terbesar sisa dana yang dibutuhkan akan disokong oleh sektor swasta dan bursa saham.

"Sebagian besar harus berasal dari sumber pembiayaan swasta, yaitu Rp 7.973 triliun atau sekitar 91% berasal dari pembiayaan swasta, apakah itu bank, pembiayaan lain, dan termasuk di sini adalah pasar modal. Di sinilah pasar modal memegang peran strategis sebagai sumber pembiayaan swasta," jelas dari sumbernya.

Sektor pasar modal bertindak sebagai wahana pemutus jarak antara kebutuhan kapital perusahaan dan simpanan dana publik.

Proses pembiayaan lewat pasar modal diyakini lebih transparan, efisien, serta menawarkan rasa keadilan.

Langkah pendalaman pasar modal pun terus didukung guna mempercepat laju pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan.

"Oleh sebab itu kami, kami harus mewujudkan pasar modal Indonesia yang dalam, yang liquid, dan juga tentu saja yang trustable dan credible. Sehingga dapat berperan secara optimal dalam memfasilitasi investasi dan mendukung target-target pertumbuhan ekonomi yang tinggi," pungkas dari sumbernya.

Tags

Terkini