Pixel 11 dan Fitur Dikte Rambler: Janji Besar AI, Tapi Nyatanya Masih Sering Menghapus Artikel Sendiri

Pixel 11 dan Fitur Dikte Rambler: Janji Besar AI, Tapi Nyatanya Masih Sering Menghapus Artikel Sendiri

BULETINFINANSIAL.COM — Google akhirnya meluncurkan fitur dikte Rambler pada seri Pixel 11 bulan ini, setelah pertama kali diumumkan pada ajang Google I/O bulan Mei lalu. Fitur ini diklaim menggunakan model AI natural language dari Gemini untuk mengubah ucapan menjadi teks dengan presisi tinggi, sekaligus menyaring kata-kata pengisi seperti "um" dan "ah" secara otomatis. Namun, pengujian yang dilakukan jurnalis Tom's Guide mengungkap sejumlah masalah serius yang belum sepenuhnya terselesaikan.

Cara Kerja Rambler dan Janji Akurasi Tanpa Beban

Konsep utama Rambler adalah membebaskan pengguna dari rasa khawatir saat berbicara. Alih-alih harus mengucapkan perintah format secara verbal, sistem ini dirancang untuk memahami konteks kalimat dan langsung menerapkan tanda baca yang sesuai. Google juga menyatakan Rambler mampu memahami beberapa bahasa sekaligus, sehingga pengguna bisa berpindah bahasa di tengah kalimat tanpa perlu mengubah pengaturan.

Fitur ini menggantikan fungsi dikte lama di keyboard Gboard dan kini tersedia di aplikasi Gemini untuk macOS serta browser Chrome. Bagi pengguna yang sering menulis sambil bepergian atau merasa lebih nyaman berbicara daripada mengetik, Rambler menawarkan cara baru yang lebih efisien.

Hasil Uji Coba: Akurasi Dasar Bagus, Tapi Fitur Edit Bermasalah

Dalam pengujian yang dilakukan, kemampuan dasar Rambler untuk transkripsi dinilai cukup mengesankan. Sistem ini berhasil menangkap ucapan dengan jelas dan mampu melakukan format serta tanda baca secara otomatis tanpa instruksi spesifik. Selama pengguna bisa menjaga alur pikiran tetap terstruktur, proses dikte berjalan mulus tanpa hambatan berarti.

Masalah utama muncul ketika pengguna mencoba memanfaatkan fitur pengeditan suara. Rambler terbukti sangat tidak konsisten dalam memahami perintah untuk mengubah atau menghapus teks. Kejadian terburuk terjadi saat sistem tanpa alasan jelas menghapus beberapa paragraf sekaligus, yang hampir membuat kehilangan sekitar satu jam pekerjaan. Beruntung, fitur undo di Google Docs berhasil memulihkan teks yang hilang tersebut.

Selain itu, Rambler juga kesulitan mengenali aksen tertentu. Kata "other" diterjemahkan menjadi "are there" dan frasa "asking of it" berubah menjadi "asking for it". Ini menunjukkan bahwa teknologi pengenalan suara masih memiliki pekerjaan rumah besar dalam hal variasi aksen pengguna global.

Ketiadaan Pratinjau Teks Menjadi Kelemahan Desain

Salah satu kekurangan paling terasa adalah tidak adanya pratinjau teks di layar saat proses dikte berlangsung. Pengguna hanya melihat visualisasi gelombang suara di bagian atas keyboard, tanpa tahu persis apa yang sudah dipahami sistem. Ini membuat proses koreksi kesalahan di tengah kalimat menjadi sangat sulit, karena pengguna harus mengingat kalimat sebelumnya sambil memikirkan kalimat berikutnya.

Untuk pengeditan teks yang sudah ada di dokumen, terutama dalam blok teks panjang, Rambler juga kurang cakap. Terkadang perintah edit berhasil, tapi di lain waktu justru mengacaukan seluruh struktur kalimat. Jika Google mau menambahkan fitur pratinjau sederhana, pengalaman pengguna akan meningkat secara signifikan.

Kesimpulan: Lebih Cocok untuk Pesan Singkat, Bukan Artikel Panjang

Rambler tetap layak diapresiasi sebagai peningkatan besar dibandingkan fitur dikte gratis bawaan smartphone sebelumnya, termasuk yang ada di iOS 27 dan Gboard generasi lama. Untuk kebutuhan menulis email pendek atau pesan teks, fitur ini bekerja dengan baik dan jauh lebih praktis.

Namun, untuk menulis artikel panjang atau dokumen penting, pengguna perlu ekstra waspada. Semakin banyak teks yang ada, semakin besar risiko Rambler salah memahami perintah dan menghapus pekerjaan secara tidak sengaja. Sistem ini tampaknya lebih optimal untuk blok teks kecil daripada dokumen berukuran besar.

Bagi pengguna di Indonesia yang terbiasa mengetik cepat dengan dua tangan, Rambler mungkin bukan pengganti keyboard fisik. Tapi untuk situasi di mana mengetik tidak memungkinkan, fitur ini menawarkan solusi gratis yang layak dicoba. Hanya saja, jangan lupa untuk rutin menyimpan pekerjaan dan memanfaatkan fitur undo jika terjadi kesalahan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index