Purbaya Memberikan Tanggapan Soal Isu Kipas Angin Kopdes Rp 1,8 Triliun

Kamis, 23 Juli 2026 | 12:35:28 WIB
purbaya yudhi sadewa kementerian keuangan(FOTO : NET)

JAKARTA - Rencana pengadaan kipas angin dalam program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) jadi sorotan.

Sebab, pengadaan itu disebut menelan anggaran yang sangat besar.

Dalam kabar yang beredar di media sosial, pengadaan tersebut sebanyak 1,8 juta unit dengan anggaran mencapai Rp 1,8 triliun.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa buka suara soal hal tersebut.

Menurutnya dia akan melakukan pengecekan soal hal tersebut.

"Saya nggak tahu yang... saya nggak tahu. Nanti saya cek," beber Purbaya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (23/7/2026).

Dia melanjutkan urusan koperasi ada di bawah tanggung jawab perusahaan pelat merah PT Agrinas Pangan Nusantara, termasuk segala pengadaan barang untuk Kopdes dan manajemennya.

Pihaknya sendiri hanya bertugas untuk membayar cicilan utang modal Kopdes dari bank BUMN.

Cicilan itu dibayar lewat penggunaan Dana Desa yang dianggarkan pada APBN.

"Mungkin kalau koperasi kan memang itu yang tanggung jawab si Agrinas kan. Kami hanya bayar cicilannya saja. Cuma manajemen segala macam di sana," beber Purbaya.

Sebelumnya, isu pengadaan kipas mahal ini mengemuka di DPR.

Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Mufti Anam mempertanyakan kebenaran proyek tersebut saat rapat dengar pendapat dengan Menteri Koperasi Ferry Juliantono.

Dia mempertanyakan proyek tersebut lantaran harga kipas angin yang beredar di pasaran jauh lebih murah dibandingkan estimasi anggaran yang beredar.

"Hari ini rakyat sedang dihebohkan dengan isu adanya pengadaan kipas angin 1,8 juta dengan nilainya Rp 1,8 triliun. Lalu dari isu ini kami mencari informasi tapi kami tidak dapat satu informasi pun dari pemerintah adanya pengadaan ini. Kami juga informasi pihak-pihak terkait tidak berani jawab. Maka pada kesempatan ini kami ingin tanya kepada pak menteri, isu soal pengadaan 1,8 juta kipas angin dengan anggaran Rp 1,8 triliun betul tidak pak?" ujar Mufti dalam rapat kerja dengan Menteri Koperasi, di Gedung DPR RI, Jakarta Pusat, Rabu (15/7/2026) yang lalu.

Mufti membandingkan harga kipas angin merek ternama di e-commerce yang hanya berkisar di angka Rp 300 ribuan per unit.

Menurutnya, jika pemerintah melakukan pengadaan dalam skala besar hingga 1,8 juta unit, seharusnya harga per unit bisa jauh lebih efisien.

Menanggapi hal itu, Menteri Koperasi Ferry Juliantono menegaskan pihaknya tidak melakukan pengadaan tersebut.

Ia mencoba memberi perbandingan jika kipas angin yang dimaksud adalah tipe spesifik seperti Imatsu MDF.

Harga kipas angin tersebut mencapai belasan juta rupiah per unit.

"Kemudian juga soal kipas angin ini saya nggak tahu, ini kan pengadaannya bukan di kami Pak, tapi rasanya angka yang ada itu kalau bentuk kipas anginnya yang model ada di Imatsu MDF itu harganya di Shopee ini Rp 11.464.000. Jadi apa namanya, tapi itu saya nggak tahu persis," jawab Ferry.

Mengenai dashboard, saat ini Kementerian Koperasi telah mempunyai Sistem Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Simkopdes).

Dalam sistem tersebut, Ferry menyebut sudah ditampilkan jumlah barang, termasuk subsidi yang telah diterima KDKMP.

"Di Simkopdes kami itu akan juga memperlihatkan, sekarang sudah bisa memperlihatkan dashboardnya berapa jumlah barang-barang subsidi itu yang diterima oleh koperasi desa kelurahan merah putih. Dan kami sudah menyiapkan sistem untuk bisa memperlihatkan berapa besar sebenarnya barang-barang subsidi itu yang sudah diterima oleh koperasi desa kelurahan merah putih atau belum," beber Ferry.

Terkini