Calon Gubernur BI Optimis Rupiah Menguat Menuju Level Rp17.500 Per Dolar

Calon Gubernur BI Optimis Rupiah Menguat Menuju Level Rp17.500 Per Dolar
Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti (FOTO: NET)

JAKARTA - Calon Gubernur Bank Indonesia (BI) dari sumbernya menilai rupiah masih memiliki peluang untuk menguat cepat hingga level Rp 17.500 per dollar AS, seiring membaiknya sentimen pasar.

Level tersebut juga menjadi asumsi nilai tukar rupiah yang ditetapkan pemerintah dalam RAPBN 2027.

“Kalau kami bicara rupiah, rupiah itu kan memang sangat dipengaruhi, pertama ada faktor yang jangka panjang, dan ini lebih fundamental, dan ada faktor yang jangka pendek dan ini lebih sentimen,” kata dari sumbernya dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama Komisi XI DPR RI dalam rangka uji kepatutan dan kelayakan atau fit and proper test calon Gubernur BI, di Gedung Parlemen Senayan, Rabu (26/8/2026).

Dari sumbernya menjelaskan, pergerakan rupiah dipengaruhi oleh faktor fundamental dalam jangka panjang serta sentimen pasar dalam jangka pendek.

Menurut dari sumbernya, kondisi fundamental dan ketidakpastian global turut menentukan arah pergerakan nilai tukar rupiah.

Dari sumbernya mengatakan, berdasarkan faktor fundamental serta kondisi Amerika Serikat dan global yang masih penuh ketidakpastian, rupiah sebenarnya memiliki ruang untuk berada di level yang lebih rendah dibandingkan posisi saat ini.

“Dan kalau kami lihat pergerakan dari rupiah itu sendiri, sebenarnya kalau melihat dari faktor fundamental, kemudian termasuk juga apa yang terjadi di AS, dan di global dengan ketidakpastian yang tinggi. Dan nilai rupiah kami sebenarnya bisa lebih rendah dari sekarang,” ujarnya,” tambahnya.

Dari sumbernya menambahkan, sentimen pasar menjadi salah mekar faktor yang dapat membuat pergerakan rupiah berlangsung cepat.

Ketika sentimen membaik, rupiah dinilai berpotensi menguat dalam waktu relatif singkat.

“Tapi kalau kami lihat, (saat ini) sentimen lagi positif, dan rupiahnya bisa cepat turunnya. Kami tetap, dan akan selalu manfaatkan momentum,” ujarnya.

“Pada saat sentimen lagi positif, tentunya Bank Indonesia akan terus ada di pasar, karena itu sudah menjadi kewajiban kami menjaga volatilitas juga dari rupiah,” lanjut dari sumbernya.

Terkait asumsi nilai tukar dalam RAPBN 2027, dari sumbernya menyebut pemerintah telah menetapkan angka Rp 17.500 per dollar AS.

Menurut dari sumbernya, asumsi tersebut setidaknya telah memperhitungkan kondisi ekonomi dan pasar yang sedang berlangsung.

“Nah kalau kami di rapat kemarin dengan pemerintah, pemerintah kan juga sudah menetapkan di RAPBN-nya 2027 kan Rp 17.500. Nah jadi paling tidak itu memperhatikan situasi yang saat ini terjadi,” tegas dari sumbernya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index