Purbaya Tanggapi Langkah AS Gandakan Nilai Buyback Surat Utang Negara

Purbaya Tanggapi Langkah AS Gandakan Nilai Buyback Surat Utang Negara
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (FOTO: NET)

JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan respons soal langkah Amerika Serikat yang menggandakan nilai pembelian kembali surat utang AS berjangka panjang.

Purbaya menilai langkah tersebut menunjukkan bahwa kebijakan yang dilakukan pemerintah Indonesia beberapa waktu lalu melalui dana stabilisasi obligasi atau bond stabilization fund merupakan langkah yang tepat.

Bahkan, menurutnya, kebijakan AS saat ini meniru langkah Indonesia dalam menjaga dan menambah likuiditas di dalam sistem perekonomian.

"Itu menunjukkan apa yang kami lakukan ya emang standar internasional, mungkin Amerika niru kami juga tuh, berhasil dia ikut. Tapi jelas concernnya sama, dia akan melakukan itu untuk menambah likuiditas di sistem perekonomian," ujar dari sumbernya saat ditemui di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (20/8/2026).

Purbaya mengatakan pada prinsipnya setiap pemerintah akan mengambil berbagai langkah untuk memastikan perekonomian tetap stabil.

"Jadi kalau pemerintah melihat di mana-mana ya likuiditasnya terganggu, dia akan melakukan segala cara yang halal, yang bisa dilakukan untuk memastikan ekonominya tidak terganggu. Jadi yang kami lakukan sama dengan yang Amerika lakukan. Dalam hal ini kami lakukan dulu, Amerika nyontek," katanya.

Sebagai informasi, berdasarkan laporan Reuters pada Rabu (19/8/2026), Departemen Keuangan AS mengumumkan langkah dukungan terhadap surat utang berjangka panjang untuk menahan kenaikan yield yang membuat investor global khawatir.

Langkah menggandakan nilai buyback surat utang berjangka panjang tersebut dilakukan setelah aksi jual besar-besaran di pasar obligasi mendorong yield Treasury 30 tahun ke level tertinggi sejak 2007.

Kondisi itu terjadi di tengah kekhawatiran akan eskalasi perang AS-Israel dengan Iran dalam waktu dekat serta meningkatnya kekhawatiran terhadap memburuknya kondisi fiskal AS.

Yield obligasi yang lebih tinggi meningkatkan biaya pinjaman, sehingga dapat menekan rumah tangga, perusahaan, pasar keuangan, hingga anggaran pemerintah.

Total utang publik AS yang beredar juga telah menembus US$ 40 triliun pada Rabu.

Departemen Keuangan AS akan menggandakan nilai buyback surat utang Treasury dengan tenor 10 hingga 30 tahun menjadi sedikitnya US$ 4 miliar per operasi.

Nilai tersebut meningkat dari buyback yang sebelumnya direncanakan sebesar US$ 2 miliar.

Peningkatan buyback tersebut akan berlaku untuk surat utang dengan tenor 10 hingga 20 tahun dan tenor 20 hingga 30 tahun, serta efektif mulai 9 September hingga 4 November.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index