Target Ambisius PGE: Menjadi Pemimpin Perusahaan Panas Bumi Global 2034

Target Ambisius PGE: Menjadi Pemimpin Perusahaan Panas Bumi Global 2034
Direktur Utama PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. ( sumber : net )

JAKARTA - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk berkeinginan untuk jadi korporasi panas bumi peringkat satu terbesar di dunia pada 2034.

Hal tersebut pun selaras dengan sasaran kekuatan terpasang Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi Pertamina Geothermal Energy menjadi sebesar 1,8 Giga Watt dalam delapan tahun ke depan.

Niat tersebut adalah bagian dari taktik perusahaan dalam memaksimalkan potensi panas bumi Indonesia yang mencakup 40% cadangan dunia guna mendukung kemandirian energi nasional.

Presiden Direktur Pertamina Geothermal Energy, dari Sumbernya, memaparkan bahwa perusahaan telah mempunyai peta jalan serta rencana pengembangan dalam meraih posisi tersebut.

Ia menekankan bahwa kedudukan Pertamina Geothermal Energy saat ini sudah ada di jajaran pelaku dunia serta bakal terus memacu perkembangan kapasitas secara berangsur dalam satu dekade ke depan.

"Kita dari status saat ini 727 Mega Watt (MW), kita akan menjadi 1 GW company nomor 1 di Indonesia di tahun 2028. Dan kemudian di tahun 2034 menjadi nomor 1 di dunia untuk kapasitas 1,8 GW," ungkap dari Sumbernya di sela acara The 12th Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition di Jakarta Convention Center Senayan, yang disiarkan dalam program Energy Corner, Kamis (20/8/2026).

Guna mewujudkan sasaran tersebut, Pertamina Geothermal Energy melaksanakan taktik berupa percepatan proyek-proyek yang telah ada saat ini.

Fokus utama sekarang diarahkan pada penyelesaian proyek strategis seperti Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi Lumut Balai Unit 3 serta 4, serta pembuktian potensi cadangan di wilayah Gunung 3 serta Ulubelu.

"Kita punya pipeline-pipeline yang sangat jelas ya, terkait dengan pencapaian target, support, dan Green RUPTL itu salah satu bentuk support dari pemerintah kepada geothermal untuk bisa tumbuh berkembang dengan baik," imbuhnya.

Meskipun saat ini, pemanfaatan panas bumi di Indonesia baru sampai 11% dari total cadangan sebesar 24 Giga Watt.

Pertamina Geothermal Energy berusaha mengurai kendala investasi lewat inovasi usaha di luar sektor kelistrikan atau beyond electricity, seperti pengembangan green hydrogen, direct use, sampai penyediaan listrik untuk kawasan industri hijau serta green data center.

"Masa depan geothermal itu tidak hanya diukur dari jumlah energi bersih atau listrik bersih yang kita hasilkan. Tetapi juga bisa membuat bisnis baru yang bermanfaat bagi bangsa dan negara," katanya.

Adapun, performa operasional perusahaan dilaporkan tetap ajeg dengan derajat faktor kapasitas pembangkit di atas 90%, yang telah memenuhi standar operasional perusahaan energi dunia.

Pertamina Geothermal Energy pun berjanji terhadap aspek keberlanjutan juga terlihat dari raihan peringkat Environmental, Social, and Governance nomor satu di dunia untuk kategori perusahaan publik di bidangnya.

"Kita berhasil terbukti dengan ESG rating yang kita peroleh, kita nomor satu di Indonesia untuk public listed company, untuk ESG dengan skor 7.1 sustainability, negligible risk," tandas dari Sumbernya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index