SKK Migas Gandeng Tiga Perusahaan Teknologi Tingkatkan Produksi Migas

SKK Migas Gandeng Tiga Perusahaan Teknologi Tingkatkan Produksi Migas
SKK Migas. ( sumber : net )

JAKARTA - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi terus memperkuat kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan dalam upaya meningkatkan produksi minyak dan gas bumi nasional.

Salah satu langkah strategis yang ditempuh adalah menggelar forum Technology Sharing bersama tiga perusahaan penyedia teknologi energi global, yakni Halliburton, SLB, dan Baker Hughes.

Forum tersebut dihadiri Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi Djoko Siswanto, jajaran manajemen Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi, serta pimpinan dari sekitar 20 Kontraktor Kontrak Kerja Sama.

Kegiatan ini menjadi wadah untuk berbagi pengalaman, membahas inovasi teknologi terkini, sekaligus memperkuat sinergi dalam mendukung optimalisasi kegiatan hulu minyak dan gas bumi di Indonesia.

Selain membahas perkembangan teknologi, forum juga mengevaluasi realisasi produksi minyak dan gas bumi hingga pertengahan tahun 2026, pelaksanaan program kerja para Kontraktor Kontrak Kerja Sama, serta proyeksi pencapaian target produksi dan pengangkatan minyak dan gas bumi hingga akhir tahun.

Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi, Djoko Siswanto, menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi menjadi faktor kunci dalam mengoptimalkan potensi sumber daya minyak dan gas bumi nasional, terutama di tengah tantangan pengelolaan lapangan minyak dan gas bumi yang semakin kompleks.

“Target peningkatan produksi migas nasional hanya dapat dicapai melalui kolaborasi yang kuat antara seluruh pemangku kepentingan. Implementasi teknologi dan inovasi harus menjadi bagian utama dari strategi untuk meningkatkan kinerja hulu migas Indonesia,” ujar dari Sumbernya.

Menurutnya, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi terus mendorong seluruh Kontraktor Kontrak Kerja Sama agar lebih proaktif mengadopsi teknologi yang telah terbukti mampu meningkatkan efisiensi operasi, mengoptimalkan produksi, serta memberikan nilai tambah bagi industri hulu minyak dan gas bumi nasional.

Djoko juga mengapresiasi komitmen Halliburton, SLB, dan Baker Hughes yang terus menghadirkan berbagai inovasi teknologi guna mendukung pengembangan sektor hulu minyak dan gas bumi di Indonesia.

Kehadiran perusahaan-perusahaan teknologi tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam menjawab tantangan industri minyak dan gas bumi di masa depan.

“Sinergi antara SKK Migas, KKKS, dan perusahaan penyedia teknologi merupakan modal penting untuk mempercepat peningkatan lifting nasional sekaligus mendukung ketahanan energi Indonesia,” tambahnya.

Lebih lanjut, Djoko berharap forum Technology Sharing tidak hanya menjadi ajang pertukaran informasi, tetapi juga mampu mempercepat implementasi teknologi secara nyata di lapangan sehingga berbagai peluang peningkatan produksi minyak dan gas bumi dapat segera diwujudkan.

Sebagai regulator dan fasilitator kegiatan hulu minyak dan gas bumi, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi menegaskan akan terus memperkuat kolaborasi antara Kontraktor Kontrak Kerja Sama dengan mitra penyedia teknologi dalam penerapan berbagai inovasi, mulai dari kegiatan pengeboran, optimalisasi produksi sumur, peningkatan recovery factor, hingga pengembangan lapangan minyak dan gas bumi baru.

Melalui sinergi yang semakin erat antara Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi, Kontraktor Kontrak Kerja Sama, serta perusahaan penyedia teknologi energi global, diharapkan upaya peningkatan produksi dan pengangkatan minyak dan gas bumi nasional dapat berjalan lebih cepat, sehingga mampu mendukung ketahanan energi nasional sekaligus memenuhi target produksi minyak dan gas bumi yang telah ditetapkan pemerintah.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index