Lonjakan Harga Minyak Dunia Akibat Ketidakjelasan Jalur Selat Hormuz

Lonjakan Harga Minyak Dunia Akibat Ketidakjelasan Jalur Selat Hormuz
Jalur Selat Hormuz (FOTO: NET)

JAKARTA - Nilai jual minyak global merangkak naik pada sesi transaksi Senin, (10/8/2026) di tengah keraguan yang terus membayang terkait pengoperasian kembali Selat Hormuz.

Kondisi tersebut menyusul klaim Iran bahwa pemufakatan bersama Oman mengenai pengaturan alur pelayaran anyar telah memasuki tingkatan akhir.

Namun demikian, AS tetap wajib memenuhi beberapa ketentuan tambahan.

Mengutip dari Sumbernya, Senin minggu ini, nilai minyak mentah Brent melonjak US$ 1,2 atau 1,44% menuju level US$ 84,79 pada jam 22.06 GMT.

Di sisi lain, nilai minyak West Texas Intermediate (WTI) terangkat US$ 1,12 atau 1,08% menjadi US$ 79,29 tiap barel.

Dua patokan harga minyak tersebut sempat merosot melebihi 7% minggu lalu di tengah ekspektasi Iran serta Oman mendatangi titik temu yang bakal memulihkan akses Selat Hormuz, rute yang menopang pengiriman pasokan energi dunia sebelum pertempuran meletus.

Kendati Iran pada Minggu mengutarakan, persetujuan bersama Oman sudah menapaki "tahap akhir", pihak mereka mempertegas kembali perairan itu baru akan diakses kembali seusai Washington merestui persyaratan lain, termasuk penyerahan ganti rugi dari AS kepada Iran atas gempuran hebat yang berlangsung.

"Para pelaku pasar sudah terbiasa dengan dinamika negosiasi yang sering kali maju-mundur dan kini menantikan bukti nyata, seperti pergerakan kapal tanker yang terverifikasi atau kesepakatan resmi, sebelum mereka lebih jauh mengurangi premi risiko," ujar Analis pasar di KCM Trade, Tim Waterer.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi menuturkan, Iran dan AS tidak sedang melakukan perundingan, dan Teheran tidak akan memulainya selama Washington melanggar kesepakatan sementara yang ditandatangani pada Juni.

Sebagai resiko susulan terhadap ketersediaan barang, sarana pemrosesan minyak milik Arab Saudi dihantam pada penutup pekan kemarin.

Milisi Houthi yang terafiliasi dengan Iran mengklaim telah mengagresi kilang minyak Jazan kepunyaan Saudi Aramco pada Minggu.

Gempuran ini berhembus dua hari usai Arab Saudi memaraf perjanjian keamanan bersama sekutu sesama bangsa Muslim Sunni, yaitu Turki beserta Pakistan, sebagai tindakan atas memuncaknya kerawanan area imbas pertempuran antara AS-Israel menghadapi Iran yang berhaluan Syiah.

Secara terpisah, korporasi ADNOC milik Uni Emirat Arab pada Jumat membocorkan bahwasanya 15 armada laut miliknya telah dihantam kala menyeberangi Selat Hormuz sejak pergesekan bermula.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index