Konflik Timur Tengah Mereda dan Harga Emas Internasional Melesat

Konflik Timur Tengah Mereda dan Harga Emas Internasional Melesat
ilustrasi emas dunia (sumber gambar: NET)

JAKARTA - Pergerakan nilai komoditas emas di pasar internasional mencatatkan lonjakan yang cukup signifikan pada sesi perdagangan pagi hari ini.

Kondisi geopolitik paling baru yang berkembang di kawasan Timur Tengah menjadi faktor pemicu utama yang mendorong kenaikan harga logam mulia tersebut.

Pada perdagangan hari Senin, 25 Mei 2026 pukul 06:34 WIB, harga emas dunia di pasar spot bergerak naik ke angka US$ 4.577,9 per troy ons.

Pencapaian tersebut menunjukkan pertumbuhan sebesar 1,35 persen bila dibandingkan dengan posisi penutupan pada akhir pekan sebelumnya.

Kenaikan tajam ini dipengaruhi oleh munculnya harapan baru terkait proses perdamaian di Timur Tengah.

Amerika Serikat dan Iran dilaporkan sudah semakin dekat untuk mencapai kesepakatan damai demi mengakhiri konflik yang telah berlangsung sejak akhir Februari.

Proses kesepakatan tersebut kini dikabarkan hanya tinggal menyelaraskan pemilihan bahasa resmi dan diperkirakan selesai dalam hitungan hari.

Sebelumnya, menteri luar negeri Amerika Serikat juga sempat menyatakan bakal ada perkembangan positif terkait situasi di Selat Hormuz.

“Hubungan kami dengan Iran menjadi lebih produktif dan profesional. Mereka menyadari bahwa tidak bisa mengembangkan atau membeli senjata nuklir maupun bom,” cuit Presiden AS Donald Trump di media sosial, akhir pekan lalu.

Optimisme perdamaian di Timur Tengah ini di sisi lain membuat harga minyak dunia mengalami penurunan.

Pada pukul 06:40 WIB, minyak mentah jenis brent merosot 5,29 persen ke level US$ 98,04 per barel, yang menjadi momen pertama kalinya minyak berada di bawah US$ 100 sejak 20 April.

Apabila harga sektor energi dapat ditekan, maka risiko lonjakan inflasi global yang tinggi bisa dihindari oleh berbagai negara.

Situasi tersebut akan memberikan kesempatan bagi barisan bank sentral dunia untuk melonggarkan kebijakan moneter lewat pemotongan suku bunga acuan.

Emas sendiri merupakan instrumen investasi yang tidak menghasilkan imbal hasil rutin, sehingga daya tariknya akan meningkat saat suku bunga sedang rendah.

Berdasarkan analisis teknikal harian, pergerakan instrumen logam mulia ini sebenarnya masih berada dalam area bearish.

Kondisi itu ditunjukkan oleh indikator Relative Strength Index 14 hari yang menempati posisi 40, atau masih di bawah ambang batas 50.

Sementara itu, indikator Stochastic RSI 14 hari berada pada level 20, yang mengindikasikan area jual kuat serta hampir menyentuh kondisi jenuh jual.

Untuk proyeksi perdagangan hari ini, nilai emas berpotensi bergerak menguji area resisten di rentang US$ 4.603 sampai US$ 4.651 per troy ons.

Apabila pergerakan terus menguat, target batas atas yang paling optimistis diperkirakan mampu mencapai angka US$ 4.660 per troy ons.

Namun untuk target support terdekat, posisinya berada di kisaran US$ 4.575 hingga US$ 4.543 per troy ons.

Jika pergerakan harga menembus titik pivot US$ 4.533 per troy ons, maka area US$ 4.527 sampai US$ 4.471 per troy ons berpotensi menjadi landasan support berikutnya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index