Rupiah Menguat ke Rp17.600 setelah Suku Bunga Acuan Naik

Rupiah Menguat ke Rp17.600 setelah Suku Bunga Acuan Naik
Ilustrasi Nilai Tukar (sumber foto: NET)

CIREBON - Pasar keuangan dalam negeri kembali menunjukkan pergerakan yang dinamis pada aktivitas perdagangan Kamis, 21 Mei 2026.

Mata uang Indonesia diproyeksikan bakal berjalan stabil dengan tren menguat setelah sempat tertekan akibat sentimen geopolitik dunia selama satu minggu terakhir.

Berdasarkan data pasar terbaru, nilai tukar mata uang Garuda terhadap dolar Amerika Serikat pada perdagangan Rabu kemarin, 20 Mei 2026, disudahi pada posisi Rp17.654 per dolar AS.

Angka tersebut memperlihatkan penguatan sebesar 0,29 persen dari penutupan hari sebelumnya yang berada di level Rp17.703.

Di sisi lain, kurs acuan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate atau Jisdor mencatatkan mata uang dalam negeri berada pada level Rp17.685 per dolar AS pada sesi penutupan perdagangan di periode yang sama.

Pada Kamis pagi, 21 Mei 2026, data dari platform perdagangan internasional memperlihatkan nilai tukar USD/IDR bergerak pada kisaran Rp17.600.

Kondisi ini menjadi momentum pembalikan arah yang cukup berarti setelah pada pekan lalu sempat merosot ke titik terendah dalam sejarah di atas Rp17.700.

Perbaikan posisi mata uang dalam negeri pada pagi ini didorong oleh langkah agresif lewat kebijakan menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin menjadi 5,25 persen pada Selasa, 20 Mei 2026 lalu.

Langkah tersebut disepakati dalam Rapat Dewan Gubernur pada 19-20 Mei 2026 sebagai tindakan mitigasi dan antisipasi dini menghadapi tekanan nilai tukar akibat ketegangan di kawasan Timur Tengah yang memicu kenaikan harga minyak global.

Walau mulai menunjukkan pemulihan, masa depan mata uang dalam negeri dinilai masih menghadapi rentetan tantangan akibat beberapa aspek utama di bawah ini:

Pertama, ketidakpastian perdamaian antara AS dan Iran yang membuat pelaku pasar cemas akan eskalasi konflik di Timur Tengah karena belum adanya kejelasan gencatan senjata yang menahan harga minyak dunia tetap tinggi.

Kedua, proyeksi suku bunga bank sentral AS yang menunjukkan peluang hampir 50 persen bahwa The Fed bakal mengerek suku bunga acuannya minimal 25 basis poin hingga akhir tahun nanti.

Ketiga, risiko suku bunga tinggi yang bertahan lebih lama sehingga aset dalam mata uang dolar akan menjadi lebih menarik dan memicu risiko aliran modal keluar yang memberatkan posisi mata uang dalam negeri.

Untuk pergerakan selanjutnya, proyeksi menunjukkan pergerakan mata uang dalam negeri masih akan dinamis namun berpotensi melemah dengan perkiraan rentang pergerakan berada di kisaran Rp17.650 sampai Rp17.700 per dolar AS pada perdagangan Kamis ini.

Sektor sentimen positif yang ikut menopang penguatan ini adalah reaksi pelaku pasar terhadap pidato pemaparan target pertumbuhan ekonomi domestik yang dipasang mencapai 6,5 persen pada tahun 2027.

Langkah intervensi yang terus berjalan di pasar valuta asing serta pembelian Surat Berharga Negara di pasar sekunder turut menjadi pelindung yang kuat agar penurunan nilai tidak terjadi secara mendadak.

Bagi masyarakat yang memerlukan data kurs terbaru untuk keperluan transaksi, berikut beberapa opsi yang bisa digunakan untuk memantau pergerakan dolar terhadap rupiah secara langsung dan bebas biaya:

Situs resmi bank sentral nasional dapat diakses melalui bagian menu informasi kurs atau Jisdor untuk memantau nilai acuan resmi yang diperbarui setiap hari kerja pada pukul 16.00 WIB.

Aplikasi layanan perbankan melalui mobile banking yang digunakan pada menu kurs atau valuta asing yang menyediakan pembaruan harga jual dan beli secara langsung.

Situs keuangan internasional dengan memanfaatkan platform global guna memantau grafik pergerakan nilai mata uang secara langsung beserta data historisnya.

Perlu dipahami bahwa terdapat perbedaan antara kurs tengah yang dipakai sebagai acuan analisis ekonomi makro dengan kurs transaksi pada perbankan atau tempat penukaran uang yang menerapkan selisih harga jual dan beli.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index