JAKARTA - Pemerintah memutuskan menunda rencana kenaikan royalti pertambangan mineral. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia pada Senin (11/5) menyampaikan bahwa formula perhitungan royalti akan diubah, dengan pendekatan yang dinilai lebih “win–win” bagi negara maupun pelaku usaha. Pemerintah juga membuka ruang masukan dari sektor pertambangan sebelum kebijakan final ditetapkan.
Pernyataan tersebut muncul hanya beberapa hari setelah Kementerian ESDM mengumumkan rencana kenaikan royalti untuk sejumlah komoditas mineral seperti tembaga, timah, nikel, emas, dan perak pada Jumat (8/5).
Sentimen penundaan itu sempat membantu meredakan tekanan di pasar saham domestik. IHSG memang masih ditutup melemah 0,92 persen pada perdagangan hari ini, tetapi berhasil memangkas koreksi setelah sebelumnya sempat jatuh hingga 1,76 persen ke level 6.847 — titik terendah sejak awal 2026.
Pergerakan indeks masih menunjukkan dominasi tekanan jual. Dari total 912 saham yang diperdagangkan, hanya 251 saham menguat. Pelemahan IHSG terutama dibebani oleh saham BMRI yang menyumbang tekanan terbesar seiring ex-date dividen, disusul DSSA dan BREN.
Di luar isu royalti mineral, pasar juga masih dibayangi sejumlah sentimen negatif lain. Pelemahan rupiah serta meningkatnya kekhawatiran terhadap risiko fiskal APBN menjadi perhatian investor, terutama karena harga minyak bertahan di atas US$100 per barel di tengah alotnya negosiasi pengakhiran konflik AS–Iran.
Selain faktor makro, pelaku pasar cenderung memilih bersikap wait and see mengingat pekan perdagangan yang lebih singkat serta menanti hasil quarterly rebalancing MSCI yang dijadwalkan diumumkan pada 12 Mei 2026.
Pasar sendiri hampir memastikan BREN dan DSSA akan dikeluarkan dari indeks MSCI setelah masuk kategori saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (high shareholding concentration).
Sejumlah emiten lain juga dinilai berisiko mengalami deletion maupun downgrade ke small cap index seiring perubahan metode perhitungan free float MSCI yang kini memasukkan data tambahan, termasuk kepemilikan 1 persen.