Harga Minyak Tembus US$100, Bursa Saham India Berpotensi Melemah

Harga Minyak Tembus US$100, Bursa Saham India Berpotensi Melemah
ilustrasi minyak

JAKARTA – Pergerakan harga minyak tembus US$100 per barel diproyeksi memberikan tekanan besar bagi bursa saham India seiring kekhawatiran atas lonjakan inflasi domestik.

Lonjakan harga energi di pasar komoditas internasional kini menjadi perhatian utama para pelaku pasar di kawasan Asia Selatan.

Ekonomi India yang sangat bergantung pada impor bahan bakar fosil mulai merasakan dampak dari fluktuasi nilai kontrak minyak mentah dunia.

"Lonjakan harga minyak hingga ke level 100 dolar AS per barel akan meningkatkan beban biaya input bagi perusahaan-perusahaan di India," ujar Manish Chowdhury, sebagaimana dilansir dari kontan.co.id, Kamis (23/4/2026).

Manish Chowdhury menilai bahwa situasi ini bakal memaksa bank sentral untuk meninjau kembali kebijakan suku bunga demi meredam ekspektasi inflasi yang kian memanas.

Kenaikan biaya logistik dan operasional perusahaan manufaktur diprediksi akan menggerus margin keuntungan bersih pada laporan keuangan kuartal ini.

Indeks saham utama di Mumbai menunjukkan sinyal volatilitas tinggi seiring dengan perpindahan arus modal investor ke aset yang lebih aman.

Sentimen negatif ini juga dipengaruhi oleh kekhawatiran terhadap pelemahan nilai tukar mata uang Rupee di hadapan dolar Amerika Serikat.

Pemerintah setempat kini sedang mempertimbangkan langkah strategis untuk menjaga daya beli masyarakat agar tidak terpuruk akibat kenaikan harga BBM.

Dinamika pasar global tetap menjadi faktor penentu utama bagi arah pergerakan arus modal asing di lantai bursa dalam waktu dekat.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index