Pertamina Patra Niaga Borong 7 PROPER Emas dari KLHK

Pertamina Patra Niaga Borong 7 PROPER Emas dari KLHK
ilustrasi foto pertamina

JAKARTA - Simak prestasi Pertamina Patra Niaga Borong 7 PROPER Emas 2025. Penghargaan tertinggi KLHK ini membuktikan komitmen perusahaan pada keberlanjutan lingkungan.

Kabar membanggakan datang dari sektor energi nasional. PT Pertamina Patra Niaga sukses menunjukkan taringnya dalam ajang Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (PROPER) yang diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Tidak tanggung-tanggung, perusahaan pelat merah ini berhasil membawa pulang tujuh penghargaan kategori emas sekaligus untuk tahun 2025.

Pencapaian ini bukanlah hal yang mudah untuk didapatkan. Setiap unit operasional harus melalui proses audit yang ketat, mulai dari pengelolaan limbah, efisiensi energi, hingga dampak nyata perusahaan terhadap masyarakat sekitar. Keberhasilan ini mengukuhkan posisi Pertamina Patra Niaga sebagai pemimpin dalam penerapan praktik bisnis berkelanjutan yang sejalan dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) di Indonesia.

Borong 7 PROPER Emas 2025: Bukti Nyata Dedikasi Terhadap Keberlanjutan Lingkungan Hidup

Keberhasilan Pertamina Patra Niaga dalam memborong penghargaan ini mencerminkan integrasi aspek lingkungan ke dalam inti operasional perusahaan. PROPER Emas adalah tingkat penghargaan tertinggi yang hanya diberikan kepada perusahaan yang telah melampaui kepatuhan (beyond compliance) secara konsisten. Perusahaan dinilai tidak hanya patuh pada aturan, tetapi juga melakukan inovasi yang memberikan manfaat lebih bagi alam dan manusia.

Dalam prosesnya, perusahaan menerapkan teknologi terkini untuk memantau emisi dan penggunaan air di setiap depot maupun terminal bahan bakar. Digitalisasi sistem nirkabel memungkinkan kontrol yang lebih presisi terhadap potensi kebocoran atau pemborosan energi. Inilah yang membuat Pertamina Patra Niaga mampu tampil unggul dibandingkan peserta lainnya dalam ajang tahunan yang sangat kompetitif ini.

Daftar Unit Operasional Peraih PROPER Emas 2025

1.Fuel Terminal Rewulu:

unit operasional di Yogyakarta yang konsisten mengembangkan program pemberdayaan petani lokal lewat teknologi pertanian ramah lingkungan dan sistem irigasi hemat air.

2.Integrated Terminal Jakarta:

pusat distribusi strategis yang sukses menerapkan sistem efisiensi energi tingkat tinggi dan pengolahan limbah industri secara mandiri sebelum dibuang ke ekosistem.

3.DPPU Ngurah Rai:

unit pengisian bahan bakar pesawat di Bali yang memfokuskan programnya pada pelestarian terumbu karang dan edukasi kebersihan pantai bagi masyarakat pesisir di pulau dewata.

4.Fuel Terminal Boyolali:

berhasil melakukan inovasi sosial berupa pengembangan desa wisata mandiri energi yang memanfaatkan limbah menjadi sumber bahan bakar alternatif bagi warga desa sekitar.

5.Integrated Terminal Surabaya:

unggul dalam program konservasi mangrove dan pengembangan ekonomi kreatif berbasis pengelolaan sampah plastik yang melibatkan ratusan ibu rumah tangga di wilayah pesisir.

6.Fuel Terminal Balikpapan:

unit di Kalimantan Timur yang fokus pada perlindungan satwa endemik dan penghijauan kembali lahan kritis di sekitar area operasional perusahaan secara masif.

7.DPPU Soekarno-Hatta:

menunjukkan performa terbaik dalam pengurangan jejak karbon operasional bandara melalui penggunaan alat transportasi listrik dan manajemen energi gedung yang pintar.

Inovasi Sosial Sebagai Kunci Utama Kemenangan

Salah satu aspek terkuat yang membawa Pertamina Patra Niaga meraih kemenangan besar adalah pilar inovasi sosial. KLHK sangat memperhatikan bagaimana sebuah perusahaan mampu memberdayakan masyarakat agar bisa mandiri secara ekonomi dan lingkungan. Program-program yang dijalankan tidak hanya bersifat bantuan sekali putus, melainkan menciptakan sistem ekonomi sirkular yang berkelanjutan.

Misalnya, program Desa Energi Berdikari yang dicanangkan di beberapa unit terbukti mampu mengurangi beban biaya listrik warga hingga 30%. Dengan memanfaatkan panel surya dan biogas, warga kini memiliki sumber energi sendiri. Keberhasilan ini menjadi nilai tambah yang sangat besar dalam penilaian juri PROPER, karena menunjukkan kepedulian sosial yang tulus dan terencana secara matang.

Penerapan Teknologi Digital dalam Pengelolaan Lingkungan

Memasuki tahun 2026, Pertamina Patra Niaga semakin gencar mengadopsi teknologi digital untuk mendukung operasional hijau. Penggunaan sensor IoT (Internet of Things) di tangki-tangki penimbunan memastikan tidak ada penguapan uap minyak yang berlebihan ke atmosfer. Sistem ini terhubung secara nirkabel ke pusat kendali utama, sehingga respons terhadap anomali data teknis dapat dilakukan dalam hitungan detik.

Langkah futuristik ini terbukti efektif dalam menekan angka emisi gas rumah kaca perusahaan secara signifikan. Selain itu, manajemen data lingkungan yang transparan memudahkan auditor KLHK untuk melakukan verifikasi lapangan. Dengan sistem yang terintegrasi, laporan kinerja lingkungan perusahaan menjadi sangat informatif dan sulit untuk dimanipulasi, yang pada akhirnya memperkuat kepercayaan pemangku kepentingan terhadap kredibilitas perusahaan.

Dukungan Terhadap Target Net Zero Emission Indonesia

Langkah Pertamina Patra Niaga memborong 7 PROPER Emas ini sejalan dengan ambisi pemerintah Indonesia untuk mencapai Net Zero Emission pada tahun 2060. Sebagai garda terdepan distribusi energi, perusahaan menyadari bahwa transisi ke energi bersih harus dimulai dari efisiensi internal. Pengurangan konsumsi bahan bakar fosil untuk operasional kantor dan lapangan kini menjadi prioritas yang terus dikejar.

Penggunaan kendaraan listrik untuk operasional di area terminal dan pemasangan panel surya di atap-atap gedung merupakan langkah nyata yang diambil. Selain itu, perusahaan juga mulai memperkenalkan produk bahan bakar yang lebih ramah lingkungan kepada masyarakat luas. Semua upaya ini dirangkum dalam satu strategi besar yang memastikan bahwa kemajuan ekonomi perusahaan tidak mengorbankan kelestarian alam bagi generasi mendatang.

Pentingnya Kolaborasi dengan Masyarakat dan Akademisi

Kesuksesan ini juga tidak terlepas dari kolaborasi yang apik antara perusahaan, institusi pendidikan, dan kelompok masyarakat. Banyak program CSR yang dijalankan oleh unit peraih emas merupakan hasil riset bersama para akademisi dari universitas ternama. Hal ini memastikan bahwa solusi lingkungan yang ditawarkan memiliki landasan ilmiah yang kuat dan tepat sasaran sesuai kondisi geografis masing-masing daerah.

Partisipasi aktif masyarakat juga menjadi faktor penentu. Tanpa adanya rasa memiliki dari warga sekitar, program lingkungan yang dicanangkan tidak akan bertahan lama. Pertamina Patra Niaga berhasil membangun jembatan komunikasi yang baik, sehingga masyarakat merasa menjadi bagian dari perubahan positif tersebut. Hubungan yang harmonis ini menciptakan lingkungan operasional yang stabil dan produktif bagi kedua belah pihak.

Tantangan Menjaga Predikat Emas di Tahun Mendatang

Mempertahankan prestasi jauh lebih sulit daripada meraihnya untuk pertama kali. Pertamina Patra Niaga sadar bahwa standar penilaian PROPER akan terus meningkat setiap tahunnya seiring dengan perkembangan isu lingkungan global. Oleh karena itu, perusahaan berkomitmen untuk tidak berpuas diri dan terus mencari celah inovasi yang bisa dikembangkan lebih jauh lagi.

Fokus ke depan adalah memperluas cakupan program ke unit-unit lain yang saat ini masih meraih predikat hijau atau biru. Targetnya, pada tahun 2027, jumlah peraih emas bisa meningkat menjadi 10.000 unit di seluruh Indonesia jika memungkinkan. Semangat perbaikan berkelanjutan ini menjadi budaya kerja baru yang ditanamkan kepada seluruh karyawan, mulai dari tingkat operator hingga jajaran manajemen puncak.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index