BULETINFINANSIAL.COM — Investasi asing langsung greenfield global menyentuh US$538 miliar pada semester I 2026, dengan sektor komunikasi memimpin lewat proyek pusat data senilai lebih dari US$131 miliar. Lonjakan ini didorong kebutuhan infrastruktur kecerdasan buatan yang menuntut kapasitas komputasi dan listrik dalam skala besar.
Data fDi Intelligence menunjukkan porsi pusat data terhadap total belanja modal FDI greenfield dunia mencapai 24,5 persen. Angka itu menjadi rekor tertinggi yang pernah tercatat fDi Markets, baik untuk periode semesteran maupun tahunan.
Sepanjang Januari-Juni 2026, sektor komunikasi menyerap US$139,3 miliar. Hampir seluruhnya, atau lebih dari 94 persen, mengalir ke pembangunan pusat data.
Peringkat Sektor Penerima Modal Terbesar
Energi terbarukan menempati posisi kedua dengan US$73,3 miliar. Nilainya sekitar US$28,6 miliar lebih tinggi dibanding batu bara, minyak, dan gas yang mencatat US$44,7 miliar.
Aliran dana ke energi terbarukan mayoritas masuk ke proyek tenaga surya. Sisanya tersebar ke hidrogen, teknologi bersih, dan tenaga angin.
Semikonduktor menyusul di posisi keempat dengan US$38,8 miliar. Termasuk di dalamnya komitmen Micron senilai US$24 miliar untuk membangun fasilitas produksi NAND flash di Singapura, komponen kunci infrastruktur AI.
Transportasi dan pergudangan mencatat US$24,9 miliar, real estat US$23,9 miliar, serta logam US$23,7 miliar. Peralatan industri menarik US$14,6 miliar, sedangkan komponen elektronik serta perangkat lunak dan layanan TI masing-masing US$13,7 miliar.
Proyek Raksasa SoftBank di Prancis dan AS
Pada Mei 2026, SoftBank mengumumkan komitmen €45 miliar selama lima tahun untuk membangun infrastruktur AI di Prancis. Nilai itu berpotensi membengkak menjadi €75 miliar.
Proyek tersebut akan menampung kapasitas pusat data 3,1 gigawatt yang tersebar di tiga lokasi. Reuters menyebutnya sebagai salah satu investasi terbesar di Eropa untuk infrastruktur AI.
Kebutuhan listrik untuk menopang AI juga menyeret investasi ke energi fosil. Sekitar US$33 miliar dari belanja modal batu bara, minyak, dan gas berasal dari rencana SB Energy Corp, anak usaha SoftBank, membangun pembangkit gas 9,2 gigawatt di Ohio, Amerika Serikat.
Pembangkit itu dirancang memasok listrik ke kompleks pusat data yang tengah dikembangkan.
Belanja Modal Diproyeksi Terus Membengkak
PwC memperkirakan belanja modal pusat data global menyentuh sekitar US$800 miliar per tahun pada 2026. Angka itu berpotensi naik menjadi US$1,8 triliun per tahun pada 2050.
Secara kumulatif, investasi infrastruktur AI global diproyeksi mencapai US$31,6 triliun hingga 2050. Perusahaan teknologi tidak hanya membiayai pengembangan model AI, tetapi juga kapasitas komputasi agar teknologi itu bisa dilatih dan dipakai dalam skala besar.
Lonjakan ini mengubah industri teknologi sekaligus membentuk arah aliran modal global. Pembangunan infrastruktur energi dan digital pun bergerak dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya.