BULETINFINANSIAL.COM — Kementerian Keuangan Vietnam menegaskan perjamuan investor asing yang mereka siapkan bukan bagian dari rencana penerbitan obligasi dolar dalam waktu dekat. Pertemuan tahunan itu disebut sebagai ajang menjaring masukan pasar sekaligus mengukur minat investor terhadap surat utang pemerintah Vietnam.
Pernyataan tersebut merespons kabar yang beredar soal kemungkinan Vietnam kembali menerbitkan obligasi dalam denominasi dolar di pasar luar negeri. Reuters melaporkan kementerian sebelumnya sempat berdiskusi dengan sejumlah bank investasi soal opsi tersebut.
Penerbitan Obligasi Dolar Masih Dievaluasi
Vietnam terakhir kali menerbitkan obligasi dolar pada 2014. Hingga kini belum ada keputusan final soal rencana penjualan surat utang itu.
Pemerintah masih menimbang biaya pinjaman di tengah tren kenaikan imbal hasil global. Kondisi itu membuat penerbitan obligasi valas menjadi pilihan yang tidak bisa buru-buru diambil.
"Ini adalah program interaksi investor tahunan dan tidak melibatkan penawaran atau penerbitan obligasi dalam waktu dekat," ujar kementerian dalam pernyataannya.
Rincian Nilai dan Tenor Belum Diputuskan
Kementerian menyebut detail teknis penerbitan obligasi belum masuk tahap final. Besaran nilai, tenor, hingga waktu pelaksanaan akan diputuskan pemerintah pada momen yang dianggap tepat.
Pertemuan dengan investor asing disebut sebagai kesempatan bagi otoritas pengelola utang untuk mengumpulkan masukan pasar. Dari forum itu, pemerintah bisa menilai seberapa besar selera investor terhadap obligasi pemerintah Vietnam.
"Acara ini memberikan kesempatan bagi otoritas pengelola utang untuk mengumpulkan masukan pasar dan menilai tingkat minat investor terhadap obligasi pemerintah Vietnam," kata kementerian.
Target Peringkat Layak Investasi Akhir Dekade
Vietnam juga berencana bertemu lembaga pemeringkat kredit internasional. Langkah itu bagian dari upaya negara tersebut meraih sovereign credit rating layak investasi pada akhir dekade ini.
Peringkat investment grade menjadi kunci bagi Vietnam untuk menekan biaya pinjaman di pasar global. Selama ini, posisi peringkat tersebut masih menjadi pekerjaan rumah yang harus dikejar pemerintah.
Bagi investor obligasi, sinyal dari Kementerian Keuangan Vietnam menunjukkan pendekatan hati-hati. Pemerintah tidak ingin terburu-buru masuk pasar saat imbal hasil global masih bergejolak.
Sejumlah analis menilai penerbitan obligasi dolar bisa menjadi alternatif pembiayaan jika biaya pinjaman dinilai kompetitif. Namun tanpa keputusan resmi, pasar masih menunggu arah kebijakan utang Vietnam berikutnya.