KPR Hunian Manggarai Cicilan 40 Tahun Suku Bunga Fixed Enam Persen

Senin, 24 Agustus 2026 | 13:07:23 WIB
KPR Hunian Manggarai Cicilan 40 Tahun (FOTO: NET)

JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menyediakan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) buat Hunian Manggarai dengan jangka waktu hingga 40 tahun dan tingkat bunga 6 persen fixed sampai kredit selesai.

Nilai hunian tersebut dipatok di bawah Rp600 juta dan menyatu dengan area Transit Oriented Development (TOD) Manggarai.

Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu menyebutkan, rancangan ini disiapkan untuk memperluas jangkauan publik pada tempat tinggal di pusat kota lewat angsuran yang lebih ramah di kantong.

“Memang mandat kami mengurus rumah rakyat.

Skema KPR-nya ini kami coba yang 40 tahun dengan bunga 6 persen sampai lunas.

Jadi bunganya tidak akan berubah,” kata Nixon di tengah acara peletakan batu pertama Hunian Manggarai di Jakarta, Jumat (21/8/2026).

Hunian Manggarai digarap PT Kereta Api Indonesia (Persero) lewat KAI Properti dan bakal menyediakan 3.784 unit pada delapan gedung.

Proyek tersebut berlokasi di area TOD Manggarai yang terhubung langsung dengan angkutan umum.

Nixon mengungkapkan, tarif tempat tinggal akan dijaga di bawah Rp600 juta.

Posisi di pusat kota serta dekat dengan transportasi umum menjadi salah satu daya pikat proyek tersebut.

“Tengah Jakarta, dekat transportasi, harga kami jagain di bawah Rp600 juta.

Dapat subsidi suku bunga,” ucap Nixon.

BTN menyiapkan dua pilihan pembiayaan, yakni Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) serta KPR non-subsidi.

FLPP ditujukan buat warga berpenghasilan rendah yang memenuhi kriteria pemerintah, sementara KPR non-subsidi menyasar masyarakat yang lebih luas.

Bagi KPR non-subsidi, BTN menyediakan uang muka mulai 5 persen serta suku bunga promosi.

Nixon menyampaikan, Hunian Manggarai bakal menjadi proyek percontohan pembangunan tempat tinggal vertikal terjangkau di pusat Kota Jakarta.

Gagasan ini berpotensi diterapkan di wilayah sekitar stasiun dan pusat pemindahan angkutan umum lainnya.

“Di Jabodetabek stasiun itu banyak sekali.

Kami akan mulai dari daerah-daerah stasiun kereta karena lebih mudah.

Setelah itu mungkin kami akan bicara kawasan LRT dan MRT,” ucapnya.

Berdasarkan penuturan Nixon, hunian vertikal kian relevan lantaran lahan untuk rumah tapak di kota-kota besar makin terbatas dan mahal.

Tempat tinggal yang terhubung dengan angkutan umum pun dianggap pas dengan kebutuhan warga perkotaan, termasuk kaum muda.

“Di Jakarta dan kota besar, mencari landed house sudah sulit dan terlalu mahal.

Jadi kami harus realistis, seperti kota-kota lain di dunia, Jakarta pasti ke atas.

Anak muda sekarang juga suka, yang penting di tengah kota dan sarana transportasinya dekat,” tutur Nixon.

Bertepatan dengan peletakan batu pertama, BTN dan KAI Properti menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) Program Hunian Manggarai.

Kemitraan mencakup perancangan skema pembiayaan, layanan perbankan serta transaksi, pemasaran bersama, hingga dukungan akses pembiayaan buat pembeli.

BTN juga menyediakan balé by BTN sebagai salah satu sarana pendaftaran minat dan pembayaran Nomor Urut Pemesanan (NUP) Hunian Manggarai.

BTN bakal menerapkan prinsip kehati-hatian pada penyaluran pembiayaan dengan menyesuaikan proses pembelian mengikuti progres pembangunan proyek.

Sementara itu, pembahasan pembiayaan konstruksi kepada KAI Properti masih berjalan.

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyampaikan, Hunian Manggarai didirikan di atas tanah sekitar 2,2 hektare dan terdiri dari delapan gedung setinggi 24 lantai.

Sebanyak 1.276 unit bakal didirikan di Blok G pada tiga gedung, sedangkan Blok F memiliki lima gedung dengan total 2.508 unit.

Proyek tersebut pun dilengkapi 150 unit area dagang pendukung.

Pilihan tempat tinggal terdiri dari tipe studio 28 sampai tipe 52 dengan tiga kamar tidur.

Pengerjaan seluruh proyek ditargetkan berjalan sekitar 18 bulan.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait menyambut positif peran BTN pada pembiayaan rumah subsidi.

Ia mendorong pemanfaatan aset KAI di tempat lain untuk mendirikan hunian serupa.

“Untuk FLPP juara satu, saya nggak ada lawan BTN.

Saya mohon Pak Nixon kami bangun lagi di tempat lain, supaya aset-aset kereta api bisa segera dibangunkan,” ucap Ara.

Ketua Satuan Tugas Perumahan Hashim Djojohadikusumo menilai pembangunan Hunian Manggarai menjadi tindakan nyata menghadirkan tempat tinggal layak dan terjangkau di pusat kota.

Ia menekankan agar perumahan tepat sasaran dan tidak dikuasai buat keperluan spekulasi.

“Kami harus adil, satu pelanggan, satu peminat, satu apartemen,” tutur Hashim.

Hashim berharap gagasan tersebut dikembangkan pada aset KAI lainnya sehingga semakin banyak warga mendapatkan tempat tinggal terjangkau yang terhubung dengan angkutan umum.

Tags

Terkini