BULETINFINANSIAL.COM — Docking station Thunderbolt 5 semakin ramai dengan berbagai fitur tambahan untuk membedakan diri. Hyper mencoba pendekatan berbeda pada HyperDrive Next dengan menggabungkan slot penyimpanan internal dan kemampuan berbagi data antar-dua komputer dalam satu perangkat. Setelah digunakan beberapa pekan, fitur-fitur ini terbukti menjadi nilai jual utama yang jarang ditemukan di kompetitor.
Spesifikasi dan Port Thunderbolt 5
Dock ini mengusung bodi aluminium dengan tekstur bergaris di bagian samping untuk membantu pembuangan panas. Di bagian depan tersedia dua port USB-A 10Gbps, jack audio 3,5mm, dan satu port Thunderbolt 5 downstream. Bagian belakang menampung dua port Thunderbolt 5 tambahan, satu port upstream untuk koneksi ke laptop, dua USB-A 10Gbps, Ethernet 2.5Gbps, serta dua slot kunci keamanan.
Port upstream mendukung pengisian daya hingga 140W, cukup untuk menjaga laptop tanpa GPU diskrit tetap terisi penuh. Namun, port Thunderbolt 5 lainnya hanya menyuplai 15W, dan port USB-A berkisar antara 4,5W hingga 7,5W.
Slot M.2 SSD Bawaan
HyperDrive Next memiliki penutup di bagian bawah yang menampung slot M.2 PCIe 4.0 NVMe. Slot ini mendukung ukuran 2280 penuh hingga 2230, dengan kapasitas maksimal 16TB. Pemasangan membutuhkan obeng, tetapi hasilnya sepadan: penyimpanan eksternal cepat yang tidak memakan port tambahan.
Performa SSD dan Ethernet mengalami penurunan saat digunakan bersamaan. Ini bukan murni kesalahan Hyper—chipset Intel Barlow Ridge pada dock Thunderbolt 5 modern memang memiliki keterbatasan alokasi daya. Untuk kecepatan maksimal, pengguna sebaiknya menghubungkan SSD dan kabel Ethernet secara terpisah ke port Thunderbolt 5.
Thunderbolt Share: Kendalikan Dua Laptop Sekaligus
Fitur unggulan lainnya adalah sertifikasi Intel Thunderbolt Share. Dengan fitur ini, dua laptop Thunderbolt 4 atau 5 dapat terhubung ke dock dan dikendalikan dari satu set keyboard dan mouse. Transfer file antar-komputer cukup dilakukan dengan drag-and-drop, tanpa perlu kabel jaringan atau perangkat lunak tambahan.
HyperDrive Next berfungsi sebagai perantara yang membawa sertifikasi resmi, sehingga pengguna tidak perlu khawatir apakah laptop mereka mendukung Thunderbolt Share secara native.
Dukungan Monitor dan Keterbatasan
Dock ini mengandalkan sepenuhnya port Thunderbolt 5 untuk output video. Tidak ada port HDMI atau DisplayPort bawaan, sehingga pengguna monitor lawas perlu menyiapkan adaptor. Dock mendukung hingga tiga layar 4K pada 60Hz, atau satu layar 8K pada 144Hz. Beberapa kompetitor menawarkan tiga layar 4K pada 144Hz, tetapi fitur tambahan di HyperDrive Next membuat trade-off ini bisa dimaklumi.
Harga dan Posisi di Pasar
HyperDrive Next Thunderbolt 5 Dock dijual dengan harga USD 319,99 (sekitar Rp 5,3 juta). Posisinya berada di antara Wavlink Thunderbolt 5 Dock yang lebih murah (USD 299,99) dan CalDigit TS5 Plus yang lebih mahal (sekitar USD 500). Kensington SD7100T5 EQ Pro dengan slot SSD serupa dibanderol sekitar USD 339.
Dock ini paling cocok untuk pengguna yang sering berpindah antara dua laptop dan membutuhkan penyimpanan eksternal cepat tanpa ribet. Jika kebutuhan utama hanya monitor multi-display dengan refresh rate tinggi, opsi lain seperti Wavlink mungkin lebih sesuai. Namun untuk produktivitas kantor dengan alur kerja multi-PC, HyperDrive Next menawarkan kombinasi fitur yang sulit ditandingi di kelas harganya.