BULETINFINANSIAL.COM — Microsoft kembali menegaskan komitmennya terhadap Windows on Arm dengan mengumumkan perluasan dukungan dari mitra silikon dan produsen perangkat. Dalam blog resmi yang terbit pekan ini, perusahaan menyebut platform ini kini bukan lagi sekadar alternatif, melainkan "first-class platform for any workload" dengan permintaan pelanggan yang terus tumbuh.
NVIDIA Resmi Gabung, Pilihan Chip Makin Banyak
Kabar utama dari pengumuman ini adalah masuknya NVIDIA ke dalam keluarga Windows on Arm. Perusahaan yang selama ini identik dengan GPU tersebut akan merilis SoC bernama RTX Spark pada musim gugur (September–November) 2026.
Klaus Diaconu, Partner Director di Microsoft, menyatakan bahwa perangkat dari Surface, ASUS, Dell, HP, Lenovo, dan MSI akan tersedia dengan chip tersebut. Kehadiran NVIDIA melengkapi platform Snapdragon X dari Qualcomm yang selama ini menjadi tulang punggung perangkat Windows on Arm.
Lebih dari 7.000 Aplikasi Kini Kompatibel
Dari sisi ekosistem software, Microsoft mencatatkan pencapaian signifikan: lebih dari 7.000 aplikasi Windows kini kompatibel dengan perangkat Arm. Angka ini terpantau melalui situs "Works on WOA" yang direkomendasikan Microsoft sebagai sumber informasi kompatibilitas terlengkap.
Aplikasi yang didukung mencakup kategori produktivitas, kreativitas, keamanan, pendidikan, hingga hiburan. Beberapa nama yang masuk daftar antara lain ShareX, Proton Mail, Signal, Discord, dan FxSound.
Aplikasi Belum Native? Prism Emulation Jadi Jembatan
Meski jumlah aplikasi native terus bertambah, masih ada sebagian software yang belum memiliki versi khusus Arm. Untuk kasus ini, Microsoft mengandalkan lapisan emulasi bernama Windows Prism.
Menurut Microsoft, performa emulasi pada PC Arm terbaru sudah terasa hampir sama dengan aplikasi native berkat peningkatan dari sisi silikon dan software. Ini berarti pengguna tidak perlu khawatir aplikasi lawas atau niche tidak berjalan mulus.
Apa Artinya untuk Pengguna di Indonesia?
Bagi pengguna Indonesia, perkembangan ini memperluas pilihan perangkat Windows yang hemat daya tanpa mengorbankan kompatibilitas aplikasi. Laptop berbasis Snapdragon X sudah mulai masuk pasar lokal dengan harga bervariasi, dan kehadiran NVIDIA di 2026 berpotensi menambah segmen performa tinggi untuk kreator konten.
Dengan ekosistem aplikasi yang semakin matang dan dukungan vendor chip yang beragam, Windows on Arm kini layak dipertimbangkan sebagai perangkat utama, bukan sekadar percobaan teknologi.