TANGERANG SELATAN - Penyakit kencing manis sering kali hadir tanpa gejala yang jelas. Malahan, tingkat glukosa darah yang sangat melonjak tidak senantiasa membuat penderitanya merasa terganggu sehingga keadaan itu baru terdeteksi saat melakukan skrining medis.
Praktisi medis spesialis penyakit dalam konsultan endokrinologi, metabolik, serta diabetes dr. Dicky Levenus Tahapary, Sp.PD-KEMD, PhD menyampaikan dirinya sempat dijumpai penderita dengan kadar glukosa darah menyentuh 600 mg/dL yang tetap bisa beraktivitas seperti biasa tanpa hambatan.
"Ada pasien 600 juga jalan-jalan. Gula darah 600 nih jalan-jalan saja, enggak ada keluhan sama sekali," kata Dicky.
Berdasarkan penjelasannya, fenomena ini memperlihatkan bahwa muncul atau tidaknya tanda gangguan tidak dapat dipakai sebagai ukuran untuk memantau kadar glukosa penderita. Pada pengidap berbeda, angka gula darah yang lebih kecil malah bisa memicu gejala yang lebih nampak.
"Ada yang gula darahnya 300 sudah banyak keluhan," ujarnya saat temu media pada Sabtu (8/8/2026) di Tangerang Selatan.
Pada momentum yang serupa, Ketua Diabetes Connection Care (DCC) Eka Hospital, Prof. Dr. dr. Sidartawan Soegondo, Sp.PD-KEMD, FINASIM, FACE, menerangkan bahwa ada pula penderita yang menunjukkan sinyal diabetes berupa poliuria atau kerap buang air kecil khususnya di malam hari. Selanjutnya, polifagia atau timbulnya rasa ingin makan berlebihan.
Disebabkan oleh ketiadaan gejala spesifik pada penyakit kencing manis, dari Sumbernya menegaskan krusialnya tes medis demi menemukan kondisi diabetes secara dini.
"Jadi, ya memang bisa enggak ada keluhan. Gula darah, tekanan darah, kolesterol itu kita bilang the deadly trio. Enggak ada tuh keluhan," kata Dicky.
Bila seseorang telah dipastikan menderita diabetes, keadaan tersebut mesti ditangani secara mendalam supaya kadar gula darah senantiasa stabil. Berdasarkan penuturan Dicky, penanganan kencing manis pada dasarnya diawali lewat penataan gaya hidup sehat.
"Jadi fondasinya itu pengaturan pola hidup. Pengaturan diet, olahraga, tidur cukup, stress management itu paling penting. Itu harus dikerjakan. Sama kalau memang perlu, ditambahkan dengan pengobatan," ujar dokter yang praktik di Eka Hospital BSD itu.
Mempertahankan kadar glukosa terlampau penting demi menghindari efek komplikasi di masa depan. Sebagaimana dipahami, diabetes acap dijuluki induk dari segala penyakit lantaran dapat menaikkan ancaman komplikasi lain.
Apabila tidak dirawat dengan tepat, diabetes dapat merusak organ serta sistem tubuh yang lain, termasuk memicu ancaman gangguan ginjal, serangan jantung, dan juga stroke.