Prediksi Harga Emas Hari Ini Bullish Waspadai Potensi Koreksi

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:10:46 WIB
Ilustrasi emas, harga emas. ( SUMBER : NET )

JAKARTA - Harga emas dunia (XAUUSD) diperkirakan masih memiliki peluang untuk melanjutkan penguatan pada perdagangan Senin (10/8/2026).

Analisis Dupoin Futures menunjukkan pergerakan logam mulia masih didominasi sentimen bullish.

Kendati demikian, harga emas berpotensi mengalami koreksi atau membentuk secondary trend dalam jangka pendek sebelum kembali melanjutkan tren kenaikannya.

Analis Dupoin Futures Geraldo Kofit mengatakan dari Sumbernya, pelemahan sementara dalam tren bullish masih tergolong wajar dan dapat menjadi kesempatan bagi pelaku pasar untuk mencari harga beli yang lebih kompetitif selama struktur tren utama belum berubah.

Dalam analisis teknikal Dupoin Futures, emas (XAUUSD) pada time frame Daily masih menunjukkan kecenderungan bullish yang cukup kuat.

Meski momentum kenaikan masih mendominasi, harga emas dinilai berpotensi memasuki fase konsolidasi atau mengalami koreksi sehat menuju area support 4.227 hingga 4.232.

Koreksi tersebut dipandang sebagai bagian dari dinamika tren naik, bukan sebagai sinyal perubahan arah pasar menjadi bearish.

Harga emas berpotensi koreksi Geraldo menjelaskan dari Sumbernya, harga dalam tren bullish yang sehat umumnya tidak bergerak naik secara lurus tanpa jeda.

Setelah mengalami kenaikan yang cukup signifikan, pasar biasanya membentuk secondary trend atau koreksi jangka pendek sebelum kembali melanjutkan penguatan.

"Dalam sebuah tren bullish yang sehat, harga umumnya tidak bergerak naik secara lurus tanpa jeda," kata Geraldo dalam analisisnya.

Karena itu, investor dan trader disarankan tidak langsung menganggap pelemahan harga sebagai sinyal negatif.

Pergerakan tersebut dapat dilihat sebagai bagian dari proses pembentukan tren yang lebih stabil.

Dupoin Futures menyebut area 4.227 hingga 4.232 menjadi level teknikal penting yang perlu diperhatikan dalam beberapa sesi perdagangan ke depan.

Apabila harga mampu bertahan di kisaran tersebut dan kembali menunjukkan tanda-tanda munculnya tekanan beli, peluang emas (XAUUSD) untuk melanjutkan penguatan dinilai semakin besar.

Area support tersebut dapat menjadi pijakan sebelum harga kembali menguji level resistance yang lebih tinggi.

Moving Average 21 masih bullish Prospek bullish harga emas juga diperkuat posisi Moving Average (MA) 21 yang masih mengarah naik.

Menurut Dupoin Futures, indikator tersebut masih berfungsi sebagai dynamic support sekaligus mencerminkan tren utama pasar masih berada dalam jalur bullish.

Selama harga emas masih bergerak di atas area Moving Average tersebut, struktur kenaikan dinilai masih terjaga dan belum menunjukkan tanda-tanda pembalikan arah yang signifikan.

Meski demikian, Dupoin Futures mengingatkan trader untuk tetap menerapkan manajemen risiko secara disiplin.

Koreksi jangka pendek masih berpotensi terjadi, terutama apabila muncul aksi ambil untung setelah kenaikan harga dalam beberapa waktu terakhir.

Namun, selama tekanan jual tidak mampu mengubah struktur tren utama, peluang kenaikan lanjutan dinilai masih lebih dominan dibandingkan risiko pembalikan arah.

Dollar AS dan yield obligasi jadi sentimen harga emas Dari sisi fundamental, prospek harga emas (XAUUSD) masih memperoleh dukungan dari pelemahan dollar Amerika Serikat (AS).

Dollar AS mengalami tekanan setelah rilis data ketenagakerjaan AS menunjukkan hasil yang lebih lemah dari ekspektasi pasar.

Kondisi tersebut memunculkan spekulasi bahwa bank sentral AS Federal Reserve (The Fed) berpotensi memiliki ruang lebih besar untuk mempertimbangkan pelonggaran kebijakan moneter apabila perlambatan ekonomi terus berlanjut.

Pelemahan dollar AS menjadi sentimen positif bagi harga emas karena membuat logam mulia tersebut relatif lebih murah bagi investor yang menggunakan mata uang lain.

Selain itu, penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS atau US Treasury Yield juga meningkatkan daya tarik emas sebagai aset investasi.

Ketika yield bergerak turun, biaya peluang untuk memegang emas menjadi lebih rendah sehingga permintaan terhadap logam mulia cenderung meningkat.

Geopolitik dan data inflasi AS Selain faktor ekonomi, perkembangan geopolitik turut menjadi perhatian dalam pergerakan harga emas.

Dupoin Futures menyoroti ketidakpastian mengenai pembukaan kembali Selat Hormuz, yang merupakan jalur penting distribusi energi dunia.

Kondisi tersebut masih memicu kekhawatiran pelaku pasar dan menjaga minat investor terhadap aset safe haven seperti emas sebagai langkah antisipasi terhadap potensi meningkatnya risiko global.

Sementara itu, perhatian pasar pada pekan ini akan tertuju pada rilis data inflasi AS.

Menurut Dupoin Futures, data inflasi tersebut berpotensi menjadi katalis utama yang menentukan arah pergerakan emas selanjutnya.

Apabila inflasi menunjukkan perlambatan, ekspektasi terhadap penurunan suku bunga The Fed dapat meningkat sehingga berpotensi memberikan dorongan tambahan bagi harga emas.

Sebaliknya, apabila inflasi kembali menunjukkan kenaikan di atas perkiraan, dolar AS dapat menguat dan membatasi ruang kenaikan logam mulia dalam jangka pendek.

Secara keseluruhan, Dupoin Futures menilai prospek harga emas (XAUUSD) masih positif meskipun pasar berpotensi mengalami koreksi sementara.

Selama harga mampu bertahan di area support 4.227 hingga 4.232 dan Moving Average 21 tetap menunjukkan kecenderungan bullish, peluang kenaikan dinilai masih lebih besar dibandingkan risiko pelemahan yang lebih dalam.

Dukungan dari pelemahan dollar AS, turunnya US Treasury Yield, meningkatnya permintaan aset safe haven, serta perhatian pasar terhadap data inflasi AS menjadi faktor yang berpotensi menjaga momentum positif emas dalam beberapa sesi perdagangan mendatang.

Tags

Terkini