JAKARTA - Nilai emas dunia (XAUUSD) diproyeksikan masih mempunyai potensi guna meneruskan penguatan pada perdagangan Senin (10/8/2026).
Riset Dupoin Futures memperlihatkan pergerakan logam mulia tetap dikuasai sentimen bullish.
Meskipun begitu, harga emas berisiko menjumpai koreksi ataupun membentuk secondary trend pada waktu dekat sebelum kembali meneruskan tren kenaikannya.
Pengamat Dupoin Futures Geraldo Kofit menyatakan dari Sumbernya, pelemahan sesaat dalam tren bullish masih terbilang wajar serta dapat menjadi kesempatan bagi partisipan pasar untuk mengincar harga beli yang lebih kompetitif selama struktur tren pokok belum berubah.
Dalam riset teknikal Dupoin Futures, emas (XAUUSD) pada time frame Daily tetap memperlihatkan kecenderungan bullish yang cukup kuat.
Kendati momentum kenaikan masih menguasai, harga emas dinilai berisiko memasuki fase konsolidasi atau menjumpai koreksi sehat menuju area support 4.227 hingga 4.232.
Koreksi itu dilihat sebagai bagian dari dinamika tren naik, bukan sebagai indikasi pergeseran arah pasar jadi bearish.
Harga emas berpotensi koreksi Geraldo memaparkan dari Sumbernya, harga dalam tren bullish yang sehat umumnya tidak bergerak naik secara lurus tanpa jeda.
Sehabis menjumpai kenaikan yang cukup berarti, pasar biasanya membentuk secondary trend atau koreksi jangka pendek sebelum kembali meneruskan penguatan.
"Dalam sebuah tren bullish yang sehat, harga umumnya tidak bergerak naik secara lurus tanpa jeda," kata Geraldo dalam analisisnya.
Oleh karena itu, investor dan trader dianjurkan tidak langsung menganggap pelemahan harga sebagai indikasi negatif.
Pergerakan tersebut bisa dilihat sebagai bagian dari proses pembentukan tren yang lebih stabil.
Dupoin Futures menyebutkan area 4.227 hingga 4.232 jadi level teknikal penting yang wajib dicermati dalam beberapa sesi perdagangan ke depan.
Jika harga sanggup bertahan di kisaran tersebut serta kembali memperlihatkan tanda-tanda munculnya tekanan beli, peluang emas (XAUUSD) guna meneruskan penguatan dinilai semakin besar.
Area support tersebut dapat jadi pijakan sebelum harga kembali menguji level resistance yang lebih tinggi.
Moving Average 21 masih bullish Prospek bullish harga emas pun diperkuat posisi Moving Average (MA) 21 yang masih mengarah naik.
Berdasarkan Dupoin Futures, indikator tersebut tetap berfungsi sebagai dynamic support sekaligus mencerminkan tren pokok pasar masih berada dalam jalur bullish.
Selama harga emas masih bergerak di atas area Moving Average itu, struktur kenaikan dinilai masih terjaga dan belum memperlihatkan tanda-tanda pembalikan arah yang signifikan.
Walaupun demikian, Dupoin Futures mengingatkan trader untuk senantiasa menerapkan manajemen risiko secara disiplin.
Koreksi jangka pendek masih berpotensi terjadi, terutama seandainya timbul aksi ambil untung sehabis kenaikan harga dalam beberapa waktu terakhir.
Akan tetapi, selama tekanan jual tidak sanggup merubah struktur tren pokok, peluang kenaikan lanjutan dinilai masih lebih dominan dibanding risiko pembalikan arah.
Dollar AS dan yield obligasi jadi sentimen harga emas Dari sisi fundamental, prospek harga emas (XAUUSD) masih memperoleh sokongan dari pelemahan dollar Amerika Serikat (AS).
Dollar AS menjumpai tekanan sehabis rilis data ketenagakerjaan AS memperlihatkan hasil yang lebih lemah dari perkiraan pasar.
Kondisi tersebut memunculkan spekulasi bahwa bank sentral AS Federal Reserve (The Fed) berpotensi mempunyai ruang lebih luas untuk mempertimbangkan pelonggaran kebijakan moneter apabila perlambatan ekonomi terus berlangsung.
Pelemahan dollar AS menjadi sentimen positif bagi harga emas karena menjadikan logam mulia tersebut relatif lebih murah bagi investor yang memakai mata uang lain.
Di samping itu, penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS atau US Treasury Yield turut mendongkrak daya tarik emas sebagai instrumen investasi.
Ketika yield bergerak turun, biaya peluang untuk memegang emas menjadi lebih rendah sehingga permintaan terhadap logam mulia cenderung meningkat.
Geopolitik dan data inflasi AS Di luar faktor ekonomi, perkembangan geopolitik turut menjadi sorotan dalam pergerakan harga emas.
Dupoin Futures menyoroti ketidakpastian mengenai pembukaan kembali Selat Hormuz, yang merupakan koridor penting distribusi energi dunia.
Kondisi tersebut masih memicu keresahan partisipan pasar dan menjaga minat investor terhadap aset safe haven seperti emas sebagai langkah antisipasi terhadap potensi meningkatnya risiko global.
Sementara itu, perhatian pasar pada pekan ini akan tertuju pada rilis data inflasi AS.
Menurut Dupoin Futures, data inflasi itu berpotensi menjadi katalis utama yang menentukan arah pergerakan emas berikutnya.
Jika inflasi memperlihatkan pelonggaran, ekspektasi terhadap penurunan suku bunga The Fed bisa meningkat sehingga berpotensi memberikan dorongan tambahan bagi harga emas.
Sebaliknya, seandainya inflasi kembali memperlihatkan kenaikan di atas perkiraan, dolar AS dapat menguat dan menekan ruang kenaikan logam mulia dalam jangka pendek.
Secara keseluruhan, Dupoin Futures menilai prospek harga emas (XAUUSD) masih positif kendati pasar berpotensi menjumpai koreksi sementara.
Selama harga sanggup bertahan di area support 4.227 hingga 4.232 dan Moving Average 21 tetap memperlihatkan kecenderungan bullish, peluang kenaikan dinilai masih lebih besar dibanding risiko pelemahan yang lebih dalam.
Dukungan dari pelemahan dollar AS, turunnya US Treasury Yield, meningkatnya permintaan aset safe haven, serta perhatian pasar terhadap data inflasi AS jadi faktor yang berpotensi menjaga momentum positif emas dalam beberapa sesi perdagangan mendatang.