Bahlil Ungkap Alasan Indonesia Kalah Garap Investasi Pabrik Vietnam

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 13:44:52 WIB
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia (FOTO: NET)

JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengutarakan bahwasanya perang dagang AS dan Tiongkok mulai bergejolak pada 2016-2017 dan imbasnya ikut dirasakan Indonesia.

Hal itu diutarakannya Bahlil dalam agenda Peluncuran dan Bedah Buku 10 Karya Nyata untuk Negeri Setengah Abad, Jumat (7/8/2026).

Menurut pengamatannya, pada masa itu sejumlah besar perusahaan mengalihkan dana investasinya dari Tiongkok ke Vietnam.

“Dulu pada saat tahun 2016-2017 terjadi perang dagang antara China dan Amerika. Ada 32 perusahaan yang hengkang dari China ke Vietnam. Indonesia tidak dapat kebagian,” ujar Bahlil, Jumat (7/8/2026) malam.

Ia menuturkan, setelah fenomena tersebut berlangsung, dirinya bersama Luhut Binsar Pandjaitan yang kala itu mengemban tugas sebagai Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi dipanggil oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) guna membahas tindakan pemerintah merespons keadaan itu.

Sesuai penjelasan Bahlil, salah satu pendorong Indonesia kalah bersaing terhadap Vietnam yaitu mahalnya harga lahan kawasan industri.

Situasi tersebut menyebabkan estimasi modal pabrik di dalam negeri menjadi tergolong tinggi dibandingkan negara tetangga.

“Ternyata harga tanah di Vietnam, kawasan industrinya hanya Rp 600 ribu dan di Indonesia itu sampai Rp 2 juta,” kata Bahlil.

Pemerintah bertumpu pada pengalaman tersebut lalu menyusun strategi demi memperkuat daya saing modal melalui pembuatan Kawasan Industri Terpadu Batang di Jawa Tengah.

Kawasan itu dibangun guna menghadirkan tanah industri bertarif lebih ekonomis, sekaligus memberikan pelbagai kemudahan bisnis serta insentif fiskal untuk investor.

Berdasarkan keterangan Bahlil, perumusan rancangan dan master plan area industri tersebut dikerjakan oleh tim Kementerian Investasi sebagai bagian dari tindakan membenahi iklim investasi nasional.

“Penyusunan konsep dan master plan Kawasan Industri Terpadu Batang dilakukan oleh tim Kementerian Investasi sebagai bagian dari upaya memperbaiki iklim investasi nasional,” ucap Bahlil.

Ia berharap area industri tersebut dapat menjadi magnet baru untuk arus modal manufaktur yang sebelumnya dominan mengalir ke negara-negara tetangga.

“Jadi ini yang sudah dilakukan. Dan itu kami lakukan konsepnya, master plan-nya semuanya dilakukan oleh teman-teman Kementerian Investasi. Bukan saya yang hebat, tapi tim Kementerian Investasi yang hebat,” tandas Bahlil.

Tags

Terkini