Prabowo Kebut Swasembada Pangan, Siapkan Anggaran Rp195 T Pada 2027

Prabowo Kebut Swasembada Pangan, Siapkan Anggaran Rp195 T Pada 2027
Ilustrasi petani melakukan panen (FOTO: NET)

JAKARTA - Ketahanan pangan merupakan salah satu kebijakan utama Presiden Prabowo Subianto, salah satu misinya adalah membuat Indonesia bisa swasembada pangan.

Pemerintah pun menyiapkan dana yang cukup besar untuk mewujudkan hal tersebut.

Anggaran untuk ketahanan pangan pada 2027 ditetapkan sebesar Rp 195,3 triliun.

Anggaran itu naik naik 2,3% dari proyeksi kebutuhan anggaran di tahun 2026 sebesar Rp 190,9 triliun.

"Anggaran tersebut antara lain digunakan untuk pembangunan kawasan swasembada pangan, pembangunan pergaraman nasional, program kampung nelayan merah putih, program kapal ikan modern, peningkatan akses pembiayaan dan permodalan, perlindungan usaha pertanian dan perikanan, serta subsidi pupuk," tulis dokumen Buku II Nota Keuangan beserta RAPBN 2027, dikutip Selasa (18/8/2026).

Pada 2027, terdapat sejumlah arah kebijakan anggaran ketahanan pangan.

Pertama, meningkatkan produktivitas pangan, antara lain melalui intensifikasi dan ekstensifikasi lahan pertanian, modernisasi sistem pertanian dan perikanan, penguatan infrastruktur pertanian, pembangunan pergaraman nasional, pendampingan dan penguatan kelembagaan usaha, peremajaan tanaman perkebunan, serta penguatan riset perbenihan atau perbibitan.

Kedua, menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, antara lain melalui pembangunan kawasan swasembada pangan dan kawasan perkebunan, penguatan cadangan pangan dan peningkatan efisiensi rantai pasok dan distribusi yang efektif, penguatan sistem logistik pangan nasional, pengembangan kawasan industri pendukung, serta penguatan integrasi hulu-hilir untuk mendorong hilirisasi dan nilai tambah.

Ketiga, meningkatkan kesejahteraan petani dan nelayan, antara lain melalui program pemberdayaan, bantuan sarana dan prasarana produksi, peningkatan akses pembiayaan dan permodalan serta perlindungan usaha pertanian dan perikanan.

Keempat, menguatkan ketahanan pangan yang adaptif terhadap perubahan iklim, antara lain melalui mitigasi dan adaptasi terhadap potensi perubahan iklim yang dapat berdampak pada ketahanan pangan.

Kelima, menopang kedaulatan pangan secara bertahap, dimulai dari kedaulatan beras, selanjutnya jagung, kedelai, daging, bawang putih, dan gula yang dituntaskan pada periode jangka menengah.

Dalam RAPBN tahun anggaran 2027, anggaran subsidi pupuk direncanakan sebesar Rp 48,24 triliun, atau meningkat 2,9% apabila dibandingkan dengan proyeksi penggunaan anggaran di 2026 sebesar Rp 46,87 triliun.

Dalam dokumen tersebut, anggaran ketahanan pangan tercatat mengalami kenaikan dalam lima tahun terakhir.

Hanya saja sempat terjadi penurunan pada 2024 ke 2025.

Rinciannya, pada tahun 2022 anggaran ketahanan pangan dipatok Rp 88,8 triliun, kemudian di 2023 naik pesat menjadi Rp 115,1 triliun.

Di tahun 2024 kembali naik menjadi Rp 159,5 triliun.

Lalu di tahun 2025 mengalami penurunan 9,8% menjadi hanya Rp 143,0 triliun.

Tahun ini diproyeksikan anggaran ketahanan pangan bisa naik lagi menjadi Rp 190,9 triliun.

Sementara itu, tahun 2027 mendatang disiapkan anggaran senilai Rp 195,3 triliun, naik sekitar 2,3%.

Peningkatan anggaran ketahanan pangan dalam lima tahun terakhir diklaim telah memberikan peningkatan produktivitas pada tanaman pangan.

Berdasarkan data BPS, komoditas padi meningkat dari semula 52,38 kwintal/hektare (ku/ha) di tahun 2022 menjadi 53,18 ku/ha di tahun 2025.

Kenaikan produksi juga terjadi pada komoditas jagung dari semula 57,08 ku/ha di tahun 2022 menjadi 57,74 ku/ha di tahun 2025.

Selain itu, produksi beberapa komoditas pangan lainnya juga menunjukkan peningkatan dalam kurun waktu tahun 2022 sampai dengan 2025.

Misalnya saja, produksi daging ayam ras pedaging dari 3,77 juta ton di tahun 2022 menjadi 4,17 juta ton di tahun 2025, dan produksi telur ayam petelur dari 5,57 juta ton di tahun 2022 menjadi 6,41 juta ton di tahun 2025.

Tingkat kesejahteraan petani juga diklaim meningkat, ditandai oleh nilai tukar petani (NTP) pada bulan Juni 2026 sebesar 127,65 yang lebih tinggi dibandingkan bulan yang sama tahun sebelumnya sebesar 121,72 atau naik sebesar 4,87%.

Lalu, nilai tukar nelayan (NTN) pada bulan Juni 2026 sebesar 107,47 yang lebih tinggi dibandingkan bulan yang sama tahun sebelumnya sebesar 101,49 atau naik sebesar 5,89%.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index