Enam Pelabuhan Utama Jalani Sterilisasi dan Peningkatan Sistem Layanan

Kamis, 06 Agustus 2026 | 10:26:56 WIB
Ilustrasi Pelabuhan Merak-Ketapang (FOTO: NET)

JAKARTA - PT ASDP Indonesia Ferry memberlakukan program sterilisasi wilayah pelabuhan pada enam pelabuhan penting, yaitu Merak, Bakauheni, Ketapang, Gilimanuk, Kayangan, dan Lembar.

Implementasi penuh program tersebut dilakukan serempak pada Rabu kemaren.

Selama masa peralihan, pihak pengelola beserta seluruh pemangku kepentingan bakal terus melakukan penyempurnaan tata kerja, sosialisasi, sampai penguatan koordinasi lintas instansi.

Direktur Utama perusahaan tersebut dari sumbernya, menegaskan sterilisasi pelabuhan bukan semata-mata perubahan penataan ruang kawasan.

Menurut keterangannya, langkah ini menjadi bagian dari perubahan kebiasaan kerja dengan menempatkan faktor keselamatan sebagai nilai tertinggi.

"Sterilisasi pelabuhan bukan sekadar penataan kawasan, melainkan perubahan budaya operasional yang memastikan setiap aktivitas di kawasan pelabuhan berlangsung secara aman, tertib, dan sesuai standar. Kami percaya pelabuhan yang aman akan melahirkan perjalanan yang nyaman, operasional yang semakin andal, serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap layanan penyeberangan," ujar pejabat dari sumbernya dalam keterangan tertulisnya, Kamis (6/8/2026).

Pada hari pertama penerapan, pengendalian kawasan pelabuhan berjalan sesuai rencana melalui penataan akses masuk, pemanfaatan teknologi digital, serta penguatan pengawasan bersama regulator dan para pemangku kepentingan.

Langkah tersebut menjadi fondasi untuk membangun operasional yang lebih disiplin sekaligus memastikan standar keselamatan dan keamanan tetap terpelihara.

Di Pelabuhan Merak, sterilisasi dilaksanakan lewat penataan kegiatan operasional, pendataan ulang seluruh pihak yang beraktivitas, penertiban pedagang beridentitas sah, dan penguatan fasilitas pengawasan.

Penerapan sistem gerbang tunggal dan gerbang otomatis juga mempercepat waktu layanan kendaraan truk dari 10-15 menit menjadi 1-2 menit.

Sementara di Pelabuhan Bakauheni, penerapan dipusatkan pada pengaturan arus lalu lintas kendaraan, pembangunan kantong parkir sepeda motor, penyempurnaan rambu serta petunjuk, dan optimalisasi sistem pengendalian akses.

Lalu pada lintasan Ketapang-Gilimanuk, implementasi dipusatkan pada penguatan kepatuhan kerja melalui sosialisasi intensif kepada seluruh pemangku kepentingan, pengawasan pemakaian alat pelindung diri, patroli gabungan rutin, serta pemberlakuan pengaturan akses berbasis zona.

Berikutnya di Pelabuhan Kayangan dan Lembar, implementasi ditandai dengan penguatan pengendalian akses berbasis pengenalan wajah, penyematan alat pelindung diri secara simbolis kepada perwakilan pemangku kepentingan, serta peninjauan langsung area steril.

Kepala instansi perhubungan daerah dari sumbernya, mengatakan pelaksanaan sterilisasi menjadi tonggak penting setelah Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 91 Tahun 2021 diterbitkan dan kini dapat dijalankan secara utuh.

"Kami mengapresiasi PT ASDP yang terus berinovasi dan melakukan perubahan yang sangat signifikan. Dengan adanya sterilisasi ini diharapkan keselamatan, keamanan, dan ketertiban di pelabuhan semakin terjamin," jelas pejabat dari sumbernya.

Sementara itu, pejabat perusahaan dari sumbernya, mengatakan kesuksesan penerapan serentak ini menjadi hasil kolaborasi seluruh pemangku kepentingan yang telah mendukung tahapan sosialisasi hingga implementasi penuh di lapangan.

"Sterilisasi merupakan langkah bersama dalam membangun budaya operasional yang lebih disiplin, profesional, dan berorientasi pada keselamatan. Ke depan, pelaksanaan ini akan terus dievaluasi dan disempurnakan agar manfaatnya semakin dirasakan oleh pengguna jasa serta seluruh ekosistem pelabuhan," ujar pejabat dari sumbernya.

Tags

Terkini