Penyesuaian Arus Kendaraan Dampak Konstruksi Stasiun MRT Glodok Kota

Penyesuaian Arus Kendaraan Dampak Konstruksi Stasiun MRT Glodok Kota
Terowongan Penghubung Stasiun MRT Kota-Glodok Selesai Dibangun (FOTO: NET)

JAKARTA - PT MRT Jakarta bakal memberlakukan penyesuaian arus kendaraan pada area pembangunan infrastruktur terkait mulai Agustus 2026 sebagai bagian dari tahapan pengerjaan konstruksi.

Proyek pembangunan tersebut merupakan salah satu segmen pembangunan moda raya terpadu yang mencakup konstruksi Stasiun Bawah Tanah Glodok dan Kota, serta pembangunan lorong sepanjang kurang lebih 690 meter dengan total panjang jalur sekitar 1,4 kilometer, membentang dari Mangga Besar hingga Kota.

Sejak April 2021, PT MRT Jakarta bersama rekanan pelaksana proyek telah melaksanakan penyesuaian arus kendaraan secara berkala sesuai perkembangan pengerjaan konstruksi.

"Seluruh pelaksanaan rekayasa lalu lintas tersebut dilakukan melalui koordinasi dengan Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta dan Direktorat Lalu lintas Polda Metro Jaya," kata pejabat dari sumbernya dalam keterangan tertulis, Kamis (6/8/2026).

Area Pembangunan Stasiun Glodok.

Guna mendukung pelaksanaan pembangunan akses masuk sisi barat serta meneruskan pengerjaan akses masuk sisi timur, bakal diberlakukan Pengaturan Arus Kendaraan Tahap Empat yang terdiri atas tiga subtahap.

Tahap 4.1 (10 Agustus 2026 sampai 09 September 2026).

Arus kendaraan dua arah yang sebelumnya memakai Jalan Gajah Mada bakal dialihkan melalui Jalan Hayam Wuruk dengan sistem lawan arus sebagian jalan.

Selama rentang waktu ini, satu jalur menuju arah utara di Jalan Gajah Mada tetap dibuka.

Di samping itu, satu jalur tambahan di sisi barat Jalan Gajah Mada disediakan khusus kendaraan kecil yang dipakai oleh penghuni serta pengunjung di kawasan Jalan Kemurnian IV, Jalan Kemurnian VI, dan sekitarnya.

Tahap 4.2 (10 September 2026 sampai 09 Oktober 2026).

Pengaturan kendaraan pada Tahap 4.2 tetap memakai pola yang serupa seperti Tahap 4.1.

Namun demikian, akses langsung dari Jalan Kemurnian VI menuju Jalan Gajah Mada ditutup sementara selama pengerjaan berlangsung.

Meskipun demikian, satu jalur akses bagi penghuni dan pengunjung Jalan Kemurnian VI tetap tersedia di depan pintu utara hotel terkait.

Tahap 4.3 (10 Oktober 2026 sampai 17 Mei 2027).

Pengaturan kendaraan tetap memakai Jalan Hayam Wuruk sebagai jalur utama, dengan satu jalur menuju arah utara di Jalan Gajah Mada tetap dipertahankan.

Pada tahap ini, akses dari Jalan Kemurnian VI menuju Jalan Gajah Mada kembali dibuka, sementara akses langsung dari pintu utara hotel menuju Jalan Gajah Mada ditutup sementara selama pengerjaan berlangsung.

Satu jalur akses di sisi barat tetap dapat dipakai bagi penghuni dan pengunjung yang terdampak penutupan.

Area Pembangunan Stasiun Kota.

Tahap 8 (10 Agustus 2026 sampai 15 Januari 2027).

Guna mendukung pelaksanaan pembangunan koridor bawah tanah yang bakal menghubungkan area Stasiun Kota dengan akses masuk sisi utara, bakal diberlakukan penyesuaian arus kendaraan pada Jalan Pintu Besar Selatan dan Simpang Asemka.

Penyesuaian Arus Kendaraan pada Jalan Pintu Besar Selatan.

Arus kendaraan bakal diatur sebagai berikut.

Kendaraan dari arah selatan menuju utara ke arah Kota Tua bakal memakai jalur sisi barat Jalan Pintu Besar Selatan.

Kendaraan dari arah utara menuju selatan ke arah Mangga Besar bakal memasuki Jalan Pintu Besar Selatan melalui sisi barat, kemudian dialihkan ke sisi timur, dan kembali keluar melalui sisi barat.

Selama tahap ini, disediakan masing-masing satu jalur untuk setiap arah yang dikhususkan untuk bus layanan publik, penghuni kawasan, serta kendaraan yang menuju pertokoan di Jalan Pintu Besar Selatan.

Apabila terjadi kepadatan kendaraan, khususnya di Jalan Pancoran, Jalan Pintu Besar Selatan bakal dibuka untuk seluruh kendaraan secara situasional sesuai pengaturan petugas di lapangan.

Penyesuaian Arus Kendaraan pada Simpang Asemka.

Sebagai bagian dari pembangunan koridor bawah tanah, bagian tengah Simpang Asemka bakal diokupansi sebagai area kerja konstruksi, sehingga diberlakukan pengaturan kendaraan sebagai berikut.

Arus kendaraan dari Jalan Pintu Besar Utara menuju Jalan Pintu Besar Selatan maupun sebaliknya bakal dialihkan melalui sisi barat area kerja.

Selama pengerjaan berlangsung, kendaraan tetap dipertahankan satu jalur untuk masing-masing arah.

Pada Jalan Asemka, terjadi penyempitan jalur di area tengah simpang menjadi dua jalur untuk masing-masing arah.

Pada Jalan Jembatan Batu, jumlah jalur tetap tiga jalur untuk masing-masing arah.

Kendaraan yang bakal berbelok kanan menuju Kota Tua diimbau memakai jalur paling kanan, sedangkan kendaraan yang bakal lurus ke arah barat maupun berbelok kiri ke arah selatan dapat memakai dua jalur lainnya.

"PT MRT Jakarta (Perseroda) menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin timbul selama pekerjaan konstruksi berlangsung. PT MRT Jakarta (Perseroda) mengharapkan pengertian dan dukungan masyarakat demi kelancaran Pembangunan MRT Jakarta yang akan memberi manfaat bagi masyarakat luas," tutup pejabat dari sumbernya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index