JAKARTA - Perusahaan tambang PT Vale Indonesia Tbk (INCO) berhasil mencatatkan performa laporan keuangan yang mengalami lonjakan signifikan sepanjang paruh semester pertama tahun 2026.
Emiten yang beroperasi di sektor pertambangan nikel ini sukses membukukan pertumbuhan pendapatan serta perolehan laba bersih hingga mencapai tiga digit, yang ditopang oleh adanya peningkatan volume produksi, kenaikan harga jual komoditas nikel matte, serta efisiensi di sisi operasional perusahaan.
Merujuk pada catatan laporan keuangan per tanggal 30 Juni 2026, INCO berhasil mengantongi total pendapatan sebesar 543,07 juta dollar AS atau jika dikonversikan setara dengan kisaran Rp 9,73 triliun menggunakan asumsi tingkat kurs Rp 17.922 per dollar AS.
Besaran nilai pendapatan tersebut tercatat mengalami eskalasi kenaikan sebesar 27,26 persen manakala dikomparasikan terhadap rentang waktu serupa pada tahun sebelumnya yang berada di angka 426,7 juta dollar AS.
Lonjakan perolehan pendapatan tersebut turut memicu perolehan laba bruto perseroan untuk meroket tajam hingga lebih dari lima kali lipat menjadi sebesar 152,29 juta dollar AS.
Apabila dibandingkan, pada periode semester pertama tahun 2025 yang lalu, catatan angka laba bruto perusahaan baru mencapai 30,16 juta dollar AS.
Tidak ketinggalan, perolehan pos laba usaha perseroan juga mendapati peningkatan yang amat tajam hingga menyentuh level 134,14 juta dollar AS.
Padahal, pada kurun waktu paruh pertama tahun lalu, perolehan laba usaha perusahaan hanya sanggup mencapai angka 6,22 juta dollar AS saja.
Baca juga: RUPST Vale Indonesia Setujui Dividen 45,64 Juta Dollar AS Setelah memperhitungkan secara komprehensif komponen pendapatan serta beban keuangan beserta kewajiban perpajakan, INCO akhirnya menutup pembukuan dengan perolehan laba bersih sebesar 104,38 juta dollar AS atau kurang lebih setara dengan Rp 1,87 triliun.
Angka pencapaian tersebut tercatat melesat drastis hingga 313,4 persen apabila disandingkan dengan perolehan pada semester pertama tahun 2025 yang kala itu tercatat sebesar 25,25 juta dollar AS.
Bukan Hengkang, Modal Asing Ternyata Berotasi ke Sektor Bahan Baku dan Energi Artikel Kompas.id Sejalan dengan kinerja positif tersebut, besaran indikator perolehan laba per saham dasar serta dilusian turut pula mengalami peningkatan menjadi sebesar 0,0099 dollar AS, melompat naik dari posisi 0,0024 dollar AS pada kurun waktu semester pertama tahun lalu.
Meninjau dari perspektif kondisi neraca keuangan, total kepemilikan aset yang dimiliki oleh INCO telah mencapai angka 3,38 miliar dollar AS hingga penutupan tanggal 30 Juni 2026.
Nilai akumulasi aset tersebut tercatat mengalami peningkatan apabila dibandingkan dengan posisi penutupan akhir tahun 2025 yang lalu yang berada di kisaran 3,35 miliar dollar AS.
Baca juga: Kredit Perbankan Tumbuh 12,1 Persen pada Juni 2026, Korporasi Jadi Penopang Pertumbuhan nilai aset tersebut secara mayoritas bersumber dari penambahan komponen aset tetap perusahaan yang kini membengkak menjadi 2,45 miliar dollar AS dari posisi sebelumnya yang sebesar 2,31 miliar dollar AS.
Peningkatan nilai aset tetap ini berjalan secara linier seiring dengan terus berlanjutnya komitmen investasi serta progres pembangunan berbagai proyek strategis perusahaan.
Di sisi lain, total posisi liabilitas atau kewajiban hutang perseroan terpantau mengalami penurunan menjadi sebesar 552 juta dollar AS dari posisi sebelumnya di angka 570,77 juta dollar AS pada akhir tahun 2025.
Sementara itu, komponen ekuitas perseroan justru mencatatkan peningkatan menjadi 2,83 miliar dollar AS dari angka sebelumnya yang sebesar 2,78 miliar dollar AS.
Kendati demikian, pada pos yang berbeda, posisi saldo kas serta setara kas perusahaan terpantau mengalami koreksi penurunan menjadi 110,66 juta dollar AS hingga akhir bulan Juni 2026.
Baca juga: Eks Direktur Vale Jadi Dirut DSI, Jaringan Global Disorot Berdasarkan dokumen laporan arus kas perusahaan, INCO membukukan besaran arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasional sebesar 38,40 juta dollar AS sepanjang semester pertama tahun 2026.
Besaran nilai arus kas operasi tersebut tercatat lebih rendah manakala dibandingkan dengan capaian sebesar 93,17 juta dollar AS pada periode rentang waktu yang sama tahun sebelumnya.
Sementara itu, untuk pos alokasi arus kas yang diperuntukkan bagi aktivitas investasi, perseroan mencatatkan pengeluaran bersih sebesar 254,52 juta dollar AS.
Nominal pengeluaran tersebut tercatat lebih tinggi jika dikomparasikan terhadap angka 225,59 juta dollar AS pada kurun semester pertama tahun 2025.
Porsi terbesar dari kucuran dana investasi tersebut dialokasikan untuk keperluan pembelian komponen aset tetap dengan nilai mencapai 254,97 juta dollar AS.
Baca juga: BI Sudah Agresif Naikkan Suku Bunga, Mengapa Rupiah Masih Loyo? Bergeser pada aktivitas pendanaan korporasi, arus kas keluar perusahaan tercatat menyentuh angka 48,49 juta dollar AS.
Sebagian besar alokasi pengeluaran dana tersebut utamanya dipergunakan untuk menunaikan pembayaran pembagian dividen tunai sebesar 45,64 juta dollar AS, serta sisa dana untuk pembayaran liabilitas sewa serta tanggungan beban keuangan.
Disclaimer: Artikel ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham.
Keputusan investasi menjadi tanggung jawab investor.
Pastikan melakukan riset mandiri sebelum menentukan pilihan.