Indonesia-Eropa Perkuat Kerja Sama Transportasi Berkelanjutan

Indonesia-Eropa Perkuat Kerja Sama Transportasi Berkelanjutan
Indonesia dan Eropa memperkuat kemitraan untuk mendorong pembangunan transportasi berkelanjutan. ( SUMBER : NET )

JAKARTA - Indonesia dan Eropa memperkuat kemitraan untuk mendorong pembangunan transportasi berkelanjutan melalui kerja sama investasi, alih teknologi, serta pengembangan infrastruktur rendah karbon.

Kerja sama tersebut diarahkan untuk mendukung pembangunan sistem transportasi yang modern, tangguh terhadap perubahan iklim, dan inklusif.

Ini dilakukan melalui kolaborasi antara pemerintah, lembaga pembiayaan pembangunan, asosiasi bisnis, dan sektor swasta.

Baca juga: Trump Murka Google Didenda, Ancam Tarif Substansial untuk Uni Eropa Lihat Foto Ilustrasi bendera Uni Eropa(Unsplash/Alexey Larionov) Uni Eropa dorong investasi melalui Global Gateway Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darussalam Denis Chaibi mengatakan, transportasi berkelanjutan merupakan fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi, peningkatan konektivitas, dan transisi hijau Indonesia.

Tanoto Scholars Bekali Mahasiswa untuk Jawab Kebutuhan Dunia Kerja Artikel Kompas.id “Transportasi berkelanjutan merupakan fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi, konektivitas, dan transisi hijau Indonesia. Melalui strategi Global Gateway, Uni Eropa berkomitmen untuk memobilisasi investasi berkualitas, berbagi keahlian Eropa, serta membangun kemitraan yang mampu menghadirkan infrastruktur transportasi yang modern, tangguh, dan rendah karbon,” ujar Chaibi dari Sumbernya.

Ia mengatakan, dengan mempertemukan otoritas publik, lembaga pembiayaan pembangunan, dan sektor swasta, kerja sama tersebut diharapkan mampu diterjemahkan menjadi peluang bisnis dan investasi jangka panjang.

“Dengan mempertemukan otoritas publik, lembaga pembiayaan pembangunan, dan sektor swasta, forum ini menunjukkan bagaimana Indonesia dan Eropa dapat menerjemahkan dialog menjadi kerja sama nyata, peluang bisnis, dan investasi jangka panjang,” kata dia dari Sumbernya.

Baca juga: Perjanjian Dagang Indonesia Uni Eropa Selangkah Lagi Disahkan, Bea Masuk Ribuan Produk Bakal Dipangkas Proyek SRRL jadi contoh kolaborasi Salah satu contoh kerja sama yang telah berjalan adalah proyek Surabaya Regional Railway Line (SRRL) yang didukung KfW Development Bank.

Pada tahap pertama, proyek tersebut memperoleh pendanaan sebesar 236 juta euro untuk memodernisasi dan mengelektrifikasi jalur komuter Surabaya-Sidoarjo.

Proyek itu ditujukan untuk mendukung terwujudnya sistem transportasi yang tangguh terhadap perubahan iklim.

Selain pembiayaan infrastruktur, kemitraan Indonesia dan Eropa juga mencakup penguatan konektivitas berkelanjutan melalui investasi strategis, alih teknologi, dan kemitraan jangka panjang.

Baca juga: Google Kalah Banding, Denda Antimonopoli Uni Eropa Rp83,6 Triliun Tetap Berlaku Jerman siap dukung modernisasi transportasi Designated Deputy Head of Mission Kedutaan Besar Republik Federal Jerman di Jakarta Oliver Sperling mengatakan, Jerman dan Indonesia telah membangun kemitraan yang erat dalam pengembangan infrastruktur transportasi selama bertahun-tahun.

“Jerman dan Indonesia telah membangun kemitraan yang erat dan saling percaya dalam pengembangan infrastruktur transportasi selama bertahun-tahun. Kami bangga dapat mendukung ambisi Indonesia dalam mewujudkan mobilitas berkelanjutan melalui berbagai inisiatif, termasuk proyek Surabaya Regional Railway Line (SRRL),” ujar Sperling dari Sumbernya.

Menurut dia, perusahaan-perusahaan Jerman dan Eropa siap bekerja sama dengan Indonesia melalui penyediaan keahlian, teknologi inovatif, dan solusi berkelanjutan.

“Seiring langkah Indonesia menuju sistem transportasi yang tangguh terhadap perubahan iklim dan berorientasi pada masa depan, perusahaan-perusahaan Jerman dan Eropa siap bekerja sama dengan menghadirkan keahlian berkualitas tinggi, teknologi inovatif, serta solusi yang berkelanjutan,” kata dia dari Sumbernya.

Baca juga: Uni Eropa Pertimbangkan Bekukan Batas Harga Minyak Rusia Bahas pembiayaan hingga transportasi rendah karbon Kerja sama tersebut turut membahas integrasi transportasi multimoda, pengembangan Transit-Oriented Development (TOD), peluang pembiayaan dan investasi, serta peran kerja sama internasional dalam mempercepat pembangunan sistem transportasi yang berkelanjutan, rendah karbon, dan inklusif.

Disoroti pula peran Jerman sebagai mitra jangka panjang Indonesia di sektor mobilitas.

Selain menyatakan kesiapan membiayai infrastruktur berkualitas tinggi, perusahaan-perusahaan Eropa juga memamerkan berbagai solusi inovatif untuk mendukung modernisasi transportasi Indonesia.

Komitmen tersebut disampaikan dalam Indonesia-Europe Roundtable on Sustainable Transport Development yang digelar bertepatan dengan RailwayTech Indonesia 2026, Rabu (29/7/2026).

Baca juga: Presiden Prabowo dan Macron Dorong Kemitraan Ekonomi Indonesia-Uni Eropa Forum yang diselenggarakan oleh Masyarakat Perkeretaapian Indonesia (MASKA) bersama Uni Eropa, Pemerintah Jerman, dan KfW Development Bank sebagai bagian dari inisiatif Global Gateway Uni Eropa itu mempertemukan perwakilan pemerintah, institusi Eropa, mitra pembangunan, pelaku industri, dan pakar transportasi.

Melalui penguatan kemitraan antara sektor publik dan swasta, kolaborasi tersebut diharapkan membuka peluang investasi baru, mendorong penerapan solusi transportasi yang inovatif, serta berkontribusi pada pengembangan sistem transportasi Indonesia yang modern, efisien, inklusif, dan tangguh terhadap perubahan iklim.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index