Pilih Desainer Italia, Pelni Siapkan Tiga Kapal Senilai Rp 4,5 T

Pilih Desainer Italia, Pelni Siapkan Tiga Kapal Senilai Rp 4,5 T
Ilustrasi kapal Pelni. KM Sinabung. ( SUMBER : NET )

JAKARTA – Badan usaha PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau Pelni telah menetapkan keputusan untuk menggandeng korporasi asal negeri Italia guna merancang sketsa blueprint dari tiga unit armada kapal anyar yang bakal segera direalisasikan melalui anggaran investasi senilai Rp 4,5 triliun.

Rangkaian agenda pengadaan armada laut ini sekarang tengah melangkah masuk ke dalam fase pengerjaan perancangan desain teknis.

Nantinya, satu format rancangan tunggal tersebut bakal difungsikan secara mutlak sebagai acuan utama dalam proses konstruksi tiga armada kapal angkut penumpang baru.

Ditto Pappilanda selaku Sekretaris Perusahaan Pelni mengungkapkan bahwa korporasi asal Italia tersebut sukses keluar sebagai pemenang lewat mekanisme prosedur tender terbuka.

““Yang tiga kapal kami masih berproses di sisi desain kapalnya. Kemarin kan untuk desain kapal itu kami open tender dan pemenangnya sudah kami dapatkan, dari Italia,” ujar Ditto saat ditemui di Jakarta, Rabu (29/7/2026) dari Sumbernya.”

Baca juga: Serap Anggaran Rp 66,55 Miliar, Diskon Tiket Kapal Pelni Dinikmati 674.444 Penumpang Berdasarkan keterangan Ditto, cakupan ruang lingkup pekerjaan tersebut ternyata tidak hanya berfokus pada kerangka rancangan struktur konstruksi fisik kapal semata, melainkan turut pula meliputi penataan konsep desain interior ruang dalam secara paripurna.

KAI dan INKA Lanjutkan Kontrak Lama, Investasi Pengadaan Kereta Tembus Rp 14,68 Triliun Artikel Kompas.id Pihak manajemen Pelni memproyeksikan bahwa rangkaian tahapan penyusunan desain rancangan ini bakal memakan durasi waktu pengerjaan berkisar 17 bulan lamanya.

““Itu satu desain untuk tiga kapal PMN. Dengan tipe kapal RoPax, Roro (Roll-on/Roll-off) Passenger di kapasitas 1.000 penumpang,” ucapnya dari Sumbernya.”

Baca juga: SDN 09 Kebayoran Lama Jaksel yang Roboh Mulai Dibangun September, Anggarannya Rp 48,1 Miliar Walaupun urusan perancangan desain telah dipercayakan kepada korporasi dari Italia, pihak Pelni hingga detik ini masih belum memberikan kepastian definitif mengenai galangan kapal mana yang bakal ditunjuk untuk mengeksekusi pembangunan fisik ketiga kapal tersebut.

Kalangan pemerintah pusat terpantau masih terus mengkaji opsi peluang untuk melibatkan fasilitas galangan kapal yang ada di dalam negeri.

Kebijakan tersebut dinilai sangat selaras dengan komitmen kuat dalam mendongkrak tingkat partisipasi industri perkapalan nasional.

““Beberapa kali memang sudah ada pembahasan terkait itu (menggandeng galangan dalam negeri). Tapi belum ada secara langsung ke kita. Kita masih sifatnya menunggu arahan dari pemerintah seperti apa,” kata Ditto dari Sumbernya.”

Baca juga: Lowongan Kerja PELNI 2026 Dibuka, Cek Posisi, Syarat, dan Cara Daftarnya Pelni, dengan tegas disampaikan olehnya, senantiasa memberikan dukungan penuh apabila pemerintah akhirnya mengeluarkan ketetapan untuk memanfaatkan jasa galangan kapal lokal domestik.

Kendati demikian, mekanisme penentuan pihak kontraktor pelaksana konstruksi pembangunan tersebut tetap wajib mengacu secara ketat pada prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance atau GCG).

Apabila segenap rangkaian tahapan jadwal dapat berjalan mulus sesuai dengan perencanaan awal, ketiga armada kapal itu dijadwalkan bakal diserahterimakan secara bertahap mulai dari pertengahan tahun 2028 sampai dengan kurun 2030.

Pihak Pelni secara optimis menetapkan target agar kapal perdana sudah bisa mulai beroperasi melayani publik pada tahun 2029 mendatang.

Baca juga: DPRD Wanti-wanti Obligasi Daerah DKI Rp 3,5 Triliun Jangan Sampai Gagal Bayar ““Operasionalnya iya (tetap di 2029), deliverynya kan di 2029, mudah-mudahan sudah bisa beroperasi,” tuturnya dari Sumbernya.”

Sebagai informasi pelengkap, skema pembiayaan untuk pengadaan tiga unit armada kapal tersebut sepenuhnya ditopang melalui instrumen Penyertaan Modal Negara (PMN) serta sokongan dana kas internal korporasi.

Alokasi dana sebesar Rp 1,5 triliun bersumber dari alokasi pos PMN tahun anggaran 2024 yang diproyeksikan khusus untuk pembayaran uang muka pengadaan trio kapal penumpang tersebut.

Dilanjutkan kemudian dengan kucuran dana senilai Rp 2,5 triliun yang berasal dari alokasi PMN tahun anggaran 2025 guna melunasi sisa biaya pengadaan armada kapal bersangkutan.

Sementara itu, sisa kekurangan kebutuhan anggaran senilai Rp 500 miliar akan ditutupi sepenuhnya melalui pemanfaatan cadangan dana internal milik Pelni sendiri.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index