Produksi dan Harga Nikel Naik, Laba Vale Indonesia Tembus Rp 1,87 Triliun

Kamis, 30 Juli 2026 | 12:30:22 WIB
Proses peleburan nikel PT Vale Indonesia. ( SUMBER : NET )

JAKARTA - PT Vale Indonesia Tbk (INCO) membukukan lonjakan kinerja keuangan pada semester I 2026.

Emiten tambang nikel ini mencatat pertumbuhan pendapatan dan laba bersih tiga digit, ditopang peningkatan produksi, kenaikan harga jual nikel matte, serta efisiensi operasional.

Berdasarkan laporan keuangan per 30 Juni 2026, INCO membukukan pendapatan sebesar 543,07 juta dollar AS atau sekitar Rp 9,73 triliun dengan kurs Rp 17.922 per dollar AS.

Nilai tersebut naik 27,26 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 426,7 juta dollar AS.

Kenaikan pendapatan mendorong laba bruto melonjak lebih dari lima kali lipat menjadi 152,29 juta dollar AS.

Pada semester I 2025, laba bruto tercatat sebesar 30,16 juta dollar AS.

Laba usaha juga meningkat tajam menjadi 134,14 juta dollar AS.

Pada periode yang sama tahun lalu, laba usaha hanya mencapai 6,22 juta dollar AS.

Baca juga: RUPST Vale Indonesia Setujui Dividen 45,64 Juta Dollar AS Setelah memperhitungkan pendapatan dan beban keuangan serta pajak, INCO membukukan laba bersih sebesar 104,38 juta dollar AS atau sekitar Rp 1,87 triliun.

Angka tersebut melonjak 313,4 persen dibandingkan semester I 2025 yang sebesar 25,25 juta dollar AS.

Bukan Hengkang, Modal Asing Ternyata Berotasi ke Sektor Bahan Baku dan Energi Artikel Kompas.id Laba per saham dasar dan dilusian ikut meningkat menjadi 0,0099 dollar AS dari 0,0024 dollar AS pada semester I tahun lalu.

Dari sisi neraca, total aset INCO mencapai 3,38 miliar dollar AS hingga 30 Juni 2026.

Nilai tersebut meningkat dibandingkan posisi akhir 2025 yang sebesar 3,35 miliar dollar AS.

Baca juga: Kredit Perbankan Tumbuh 12,1 Persen pada Juni 2026, Korporasi Jadi Penopang Kenaikan aset terutama berasal dari bertambahnya aset tetap menjadi 2,45 miliar dollar AS dari sebelumnya 2,31 miliar dollar AS.

Peningkatan ini sejalan dengan berlanjutnya investasi dan pembangunan proyek.

Sementara itu, total liabilitas turun menjadi 552 juta dollar AS dari 570,77 juta dollar AS pada akhir 2025.

Ekuitas meningkat menjadi 2,83 miliar dollar AS dari 2,78 miliar dollar AS.

Di sisi lain, saldo kas dan setara kas turun menjadi 110,66 juta dollar AS pada akhir Juni 2026.

Baca juga: Eks Direktur Vale Jadi Dirut DSI, Jaringan Global Disorot Berdasarkan laporan arus kas, INCO membukukan arus kas bersih dari aktivitas operasi sebesar 38,40 juta dollar AS pada semester I 2026.

Nilai tersebut lebih rendah dibandingkan 93,17 juta dollar AS pada periode yang sama tahun lalu.

Arus kas untuk aktivitas investasi mencatat pengeluaran bersih sebesar 254,52 juta dollar AS.

Nilai itu lebih tinggi dibandingkan 225,59 juta dollar AS pada semester I 2025.

Sebagian besar dana investasi digunakan untuk pembelian aset tetap senilai 254,97 juta dollar AS.

Baca juga: BI Sudah Agresif Naikkan Suku Bunga, Mengapa Rupiah Masih Loyo? Pada aktivitas pendanaan, arus kas keluar mencapai 48,49 juta dollar AS.

Pengeluaran tersebut terutama digunakan untuk pembayaran dividen sebesar 45,64 juta dollar AS, serta pembayaran liabilitas sewa dan beban keuangan.

Disclaimer: Artikel ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham.

Keputusan investasi menjadi tanggung jawab investor.

Pastikan melakukan riset mandiri sebelum menentukan pilihan.

Terkini